0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Baznas Karanganyar Salurkan Zakat Rp 1,646 Miliar

dok.timlo.net/nanang rahadian
(Ilustrasi) Sarasehan Baznas di Rumah Dinas Bupati Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Bersamaan dengan Ramadan lalu, Baznas Karanganyar menyalurkan dana zakat sekitar Rp 1,646 miliar. Antara lain untuk bantuan fisik tempat ibadah yang diserahkan bersamaan dengan taraweh keliling Muspida sebesar Rp 427 juta.

“Untuk bantuan in natura kepada 522 warga miskin yang sudah tidak memiliki saudara,” kata Ketua Baznas Karanganyar Abdul Muid, kemarin.

Setiap desa diambil tiga warga usia lanjut dan diberi bantuan dalam bentuk beras, telur, mi instan, kecap, minyak goreng, dan lainnya, senilai Rp 150.000 setiap bulan sampai akhir tahun, total Rp 197 juta.

“Ada bantuan kegiatan syiar di sekolah sebesar Rp 172 juta bantuan ke sekolah dan madrasah Rp 236 juta, dan kegiatan lainnya,” jelas Abdul Muid.

Ada pula bantuan perbaikan sound system di beberapa masjid serta bantuan penyelenggaraan tarawih keliling ke desa-desa di 17 kecamatan.

Sementara itu ke depan, Baznas akan mulai mengembangkan peternakan kambing mencontoh peternakan kambing yang ada di Blitar, yang dibiarkan secara terbuka di alam.

“Peternakan kambing ini diharapkan mampu memasok kebutuhan kambing yang masih cukup besar di Indonesia,” katanya.

Baznas juga akan mengembangkan poli klinik gratis yang selama ini sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat kurang mampu, menjadi semacam poli klinik dengan ruang rawat inap yang lebih representatif.

‘’Poliklinik yang ada dikunjungi lebih dari 1.500 warga setiap tahun. Begitu pula mobil jenazah yang saat ini diseiakan dua unit, juga banyak diminati oleh warga. Karena itu ke depan akan dikembangkan lagi menjadi lebih besar,’’ jelasnya.

Sementara itu, Sekda Samsi  meminta Baznas proaktif masuk ke rumah sakit mendata warga kurang mampu yang dirawat di rumah sakit dan kekurangan biaya. Baznas bisa langsung menanggung biaya perawatan pasien kurang mampu itu.

‘’Kalau selama ini pasif menunggu permohonan pasien maka sekarang bisa proaktif. Ini akan membawa syiar Baznas dikenal masyarakat, sehingga diharapkan menarik warga yang ingin menyalurkan dananya,’’ kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge