0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPPKAD Sragen Bantah Ada Kebocoran Restribusi Galian C

dok.timlo.net/agung widodo
(Ilustrasi) Galian C (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sragen membantah telah ada kebocoran restribusi pajak galian C yang masuk ke kas daerah. Uang restribusi pertambangan mineral di luar logam yang telah masuk ke kas daerah hingga sekarang hanya sekitar Rp 780 juta.

“Itu adalah uang pembayaran yang disetorkan dari sejumlah penambang yang operasional. Yang tidak operasional otomatis tidak menyetorkan,” kata Kepala DPPKAD Sragen, Untung Sugiharto, Jumat (5/8).

Untung menjelaskan, setiap pengusaha tambang galian C jenis mineral di luar logam yang dibayarkan berbeda-beda, tergantung dari kapasitas yang dilakukan penambang terhadap potensi galian. Dia mencontohkan kalau untuk tanah urug, maka peruntukannya juga tanah urug. Pembayaran restribusi itu dilakukan setiap bulan sekali.

“Pembayaran tak dilakukan setiap hari. Jadi tidak harus rutin dan kemudian disimpulkan sehari jumlahnya sekian,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan dari sebuah LSM Pusaka Nusantara Bumi Sukowati (PNBS), terkait adanya peyimpangan restribusi daerah yang mencapai Rp 15,6 miliar, Untung tidak bersedia berkomentar. Dia malah menanyakan bagaimana cara penghitungannya.

“Saya tak berani tanggapi itu. Yang saya tahu hanya yang masuk ke kas daerah saja. Hanya sekitar Rp 780 juta,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge