0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Materi Berlalulintas di Kurikulum Pendidikan Belum Maksimal

Kasat Lantas Polres Sukoharjo, AKP Finan Sukma Radipta (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Program integrasi berlalulintas dalam kurikulum pendidikan di Sukoharjo dinilai belum maksimal. Hal ini dikarenakan masih kurangnya jam pelajaran dan materi hanya disisipkan dalam mata pelajaran PPKn, sehingga hasilnya tidak maksimal.

“Kurang maksimal memang, karena kita masih terkendala kurangnya jam pelajaran dan materi berlalulintas hanya disisipkan dala  mata pelajaran PPKn. Namun demikian, dari program ini cukup berpengaruh terhadap perilaku berkendara para siswa,” kata Kasat Lantas Polres Sukoharjo AKP Finana Sukma Radipta, Kamis (4/8).

Dari hasil monitoring dan evaluasi terhadap program integrasi materi berlalulintas dalam kurikulum pendidikan ini memberikan efek positif kepada perilaku berkendara siswa yang lebih baik. Misalnya, meskipun dilarang karena belum punya SIM, namun ada upaya untuk tetap memakai helm dan lebih berhati-hati.

Dalam waktu dekat ini, akan ada petugas dari Polda Jateng yang melakukan evaluasi dan monitoring terhadap program integrasi materi berlalulintas dalam kurikulum pendidikan PPKn. Hasilnya nanti akan digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan program yang sama untuk tahun-tahun berikutnya.

“Program ini merupakan terobosan dari Polda Jateng, dan susah diterapkan di seluruh Indonesia karena menyangkut biaya. Dan agar lebih baik lagi di tahun berikutnya, kita butuh konsistensi dari pihak pemerintah daerah,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge