0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masih di Bawah Umur, Tersangka Curanmor Didiversi

dok.timlo.net/achmad khalik
Dua tersangka Curanmor menjalani pemeriksaan di kantor polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Miris. Itulah yang dirasakan saat mengetahui pelaku pencurian kendaraan bermotor masih di bawah umur. Pelaku berinisial, AN (14) pelajar salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMK) swasta di Kota Bengawan ini nekat melancarkan aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Alasannya cukup sepele, supaya datang ke sekolah lebih cepat dan terlihat ‘mentereng’ dengan motor yang lebih bagus.

Dalam melancarkan aksinya, AN tak sendiri. Bersama seorang teman masa kecilnya bernama Hakim Al Hikam (18), warga Colomadu, Kabupaten Karanganyar, telah menggondol dua kendaraan bermotor. Kendaraan yang dipakai, juga tak lantas dijual melainkan dipakai bersekolah.

Mengetahui AN memiliki kendaraan baru, keluarga merasa curiga. Pihak keluarga juga sempat menanyakan dari mana kendaraan itu berasal. Namun, pertanyaan itu dijawab enteng oleh AN dengan mengatakan bahwa itu milik temannya.

Sebelum melakukan aksi Curanmor, pelajar yang duduk di bangku kelas IX ini juga telah melakukan kejahatan lain dengan skala yang lebih kecil. Yakni, menyikat helm yang ‘nganggur’ di parkiran umum. Selama ini, aksi yang dilakukan tersebut tidak ketahuan hingga akhirnya berani melakukan aksi yang lebih menantang.

Hingga akhirnya petualangan remaja nakal ini harus berakhir dengan dicokok jajaran Reskrim Polsek Laweyan dirumahnya di Kampung Soropadan, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo. Untuk mencegah aksi remaja ini berlanjut, pihak kepolisian melakukan proses hukum dengan cara diversi.

Diversi sendiri biasanya dilakukan untuk anak di bawah umur. Cara ini ditempuh supaya ke depan AN tidak melakukan perbuatan hukum lagi di kemudian hari.

“Atas pertimbangan masih di bawah umur, AN tidak dilakukan penahanan. Namun, tetap dalam pengawasan kami pihak kepolisian,” terang Kapolsek Laweyan Kompol Agus Puryadi saat gelar rilis kasus di Mapolsek Laweyan, Kamis (4/8).

Rencananya, aparat kepolisian akan menggandeng pihak-pihak terkait seperti tokoh masyarakat, Balai Pemasyarakatan (Bapas), Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Solo serta orang tua pelaku pencurian. Diharapkan, ke depan perbuatan yang melanggar hukum tersebut tidak kembali terulang.

“Masa depan si anak ini masih panjang. Kalau diproses secara hukum maka akan bertentangan dengan undang-undang. Di satu sisi, jika anak ini berkumpul dengan tahanan lain maka akan bertambah otak kejahatannya. Maka dari itu, kami memilih langkah diversi untuk menyelesaikan kasus AN,” terang Kapolsek.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge