0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Liburan KKN, Putra Jokowi Nikmati Kuliner Banyuwangi

Kaesang Pangarep (dua dari kiri) (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Menikmati liburan KKN selama akhir pekan di Banyuwangi, Kaesang Pangarep tidak mau disambut khusus. Dia bersama teman-temannya hanya ingin menikmati waktu liburan seperti Anak-anak pada umumnya. Tanpa sambutan formal.

Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini juga tidak mau naik mobil khusus yang didampingi Paspampres. Dia hanya mau naik minibus bersama teman-temannya. Selama dua hari di Banyuwangi, Sabtu sampai hari Minggu pekan lalu, Kaesang bersama teman-temannya sempat mendaki Gunung Ijen dan mengunjungi pantai Watud Dodol.

Di hari kedua, sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan ini mengunjungi cafe Kedung Lumpang yang ada di Kecamatan Glagah. Menikmati berbagai makanan khas Using seperti pecel pitik, ayam kesrut, uyah asem ayam pedas dan wader.


Cafe Kedung Lumpang, memang salah satu tempat makan enak di Banyuwangi bagi wisatawan yang melalui jalur arah ke Gunung Ijen. Selain punya pemandangan berlatar sungai dan rimbun pohon dari ketinggian. Saat berkunjung menikmati kuliner khas Banyuwangi, Kaesang tidak mau ditemui wartawan. Dia juga tidak mau difoto.

“Dia gak mau diwawancarai. Jangan difoto ya,” ujar salah satu Paspampres yang mengawal kaesang. Pengawal anak presiden ini, hanya mengenakan baju biasa. Selama Kaesang dan teman-temannya menikmati kuliner dan pemandangan alam, semua aparat keamanan hanya menjaga dari luar. Bila ada pelanggan cafe datang, hanya dikasih tahu, “Cafe sudah dibooking untuk ulang tahun!”

Di ruang dapur pelayan terlihat sibuk. Modar-mandir, berupaya memberikan pelayanan maksimal.

Satu Jam sebelum kedatangan rombongan, Budiono, Manager Cafe Kedung Lumpang terlihat sibuk mengatur 11 pekerjanya membawa makanan. Ada juga yang meracik sambal dan persiapan membuat minuman. Dia sendiri juga turun tangan membantu.

Budiono menjelaskan, kabar kunjungan rombongan Kaesang dia terima seminggu sebelumnya. Ada lima kuliner khas Banyuwangi yang dipesan Kaesang dan satu curung pisang Mas.

“Kaesang mintanya ayam kesrut, pecel pitik, uyah asem, ayam pedas, wader. Cuma lima. Buahnya minta pisang emas kata orang sini. Itu mintanya anak Jokowi juga. Cuma itu saja mintanya,” jelas Budiono. Selain menu tersebut, Cafe Kedung Lumpang sendiri punya menu khas yakni Belut Pedas.

“Mau saya hidangkan saya takut. Sebenarnya ada pepes sidat, belut pedas dan belut goreng,” ujarnya.

Meski hanya pesan lima jenis kuliner, ada kisah unik saat mempersiapkannya. Budi sempat kesulitan mencari ayam kampung sesuai standar, agar rasa kuliner berbahan dasar ayam seperti Ayam Kesrut dan Pecel Pitik bisa maksimal.  Dia baru mendapatkan 5 ayam yang diinginkan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Beberapa jam sebelum kedatangan rombongan.

“Tadi malam itu kan ayamnya gak ada. Ayam kampungnya gak ada. Saya nyari ke mana mana gak ada. Terus dapat, dari teman. Baru dipotong 3.00 malam,” jelasnya.


Ayam kampung memang banyak. Tapi Budiono mencari yang beratnya harus 7 ons dan tidak mengkonsumsi sentrat. “Ada kan ayam kampung yang dikasih sentrat. Ini endak. Ayam yang makannya sentrat rasanya beda banget. Makanya itu ayam kampung yang enak yang disajikan. Saya nyarinya yang bener-bener bagus,” jelas Budiono.

“Makanya, langsung nyari jam 10.00, Jam tiga pagi baru dapat. Saya keliling di Banyuwangi. Ayam itu banyak. Tapi ini kan harus tujuh ons. Kalau tidak tujuh ons rasanya tidak enak. 7,5 tujuh ons lebih rasanya tidak enak. Apalagi 8 ons sampai satu kilo. Rasanya beda banget,” lanjutnya.

Selain Ayam, Budiono juga sempat kesulitan mencari pisang mas. Jenis pisang ini kata dia memang terbilang langka di Banyuwangi. Dia baru menemukan pisang mas yang matang dari pohonnya sekitar pukul 00.00 malam.

“Dapatnya tadi malam, jam 12 malam. Saat membawa, ampun saya kan takut. Takut patah atau merotol pisangnya. Pisang emas memang sulit nyarinya. Kalau yang lain di pasar-pasar banyak. Kata orang Banyuwangi, yang punya kesaktian apa itu bisa luntur kalau makan pisang emas,” jelasnya sambil tertawa.

Namun dia lega saat melihat Kaesang mengambil antara dua sampai tiga buah pisang. Untuk kulinernya, Kaesang mengambil pecel pitik, wader goreng dan uyah asem.

Selain itu, Nur dan Timah sebagai peracik bumbu yang menentukan kualitas makanan juga merasa lega. Kedua juru masak ini sudah masak sejak pukul 04.00 WIB.

“Masaknya tadi mulai jam lima. Selesainya jam 8. Tapi ini masaknya harus hati hati biar tidak gosong atau apa,” tuturnya singkat.

Rombongan Kaesang meninggalkan Cafe Kedung Lumpang sekitar Pukul 10.00 WIB. Sebelum pulang, dia baru mau difoto bersama pemilik cafe dan Kapolres Banyuwangi. (MH/MUA)

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge