0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Narkoba Milik Jaringan Freddy Budiman Dimusnahkan

merdeka.com
Kepala BNN, Komjen Budi Waseso memimpin pemusnahan narkoba (merdeka.com)

Timlo.net – Sebanyak 70 kilogram sabu milik jaringan bandar narkoba Freddy Budiman dimusnahkan. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso (Waseso) mengatakan, enam orang WNI dalam jaringan ini terbukti masih memiliki hubungan dengan terpidana yang telah dihukum mati Freddy Budiman.

“Jaringan ini pelakunya sudah tertangkap empat kali, tidak pernah jera. Ini jaringannya Freddy Budiman. Pelaku-pelaku ini yang berhubungan langsung dengannya,” kata Waseso di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (4/8).

“Bahkan di dalam lapas pun dia tetap mengoperasionalkan jaringannya untuk mengirim barang,” ujarnya menambahkan.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus penyelundupan sabu di dalam batang pipa hidrolik, yang terungkap pada 14 Juni 2016 kemarin.

Lalu dalam penelusuran BNN di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, terbongkarlah penyelundupan sabu lainnya dengan modus pengepakan di dalam barang-barang legal, seperti di dalam batang besi kotak dan kemasan teh Cina.

“Jadi modusnya sekarang itu mereka kirim melalui barang legal, yang di dalamnya dimasuki narkotika untuk diselundupkan,” kata Waseso.

Waseso mengakui jika modus penyelundupan narkotika hari ini makin rumit dan beragam, seperti dalam kasus kali ini yang menggunakan pipa besi dengan ketebalan 5 cm. Hal ini dilakukan, untuk menghalau deteksi dari sinar x-ray, dan kemampuan penciuman dari anjing pelacak.

“Setelah dibuka, di dalamnya ada ini (sabu). Sudah kita test hasilnya kelas 1, bukan KW,” kata Waseso.

Selain itu, Waseso mengaku ada juga penyelundupan dengan dikemas ke dalam besi batangan dengan ketebalan 5 cm, yang bobot perbatang besinya mencapai 800 kilogram.

Kemudian, ada pula sabu yang dikemas dalam kemasan teh Cina, dengan dibungkus berlapis menggunakan alumunium foil dan kertas karbon, agar lolos dari pemeriksaan x-ray dan anjing pelacak.

“Pake aluminium foil, kertas karbon, lalu aluminium foil lagi sampai tiga lapis, untuk menghalau dari x-ray. Kemasannya dikamuflasekan sebagai produk chinese tea,” jelas dia.

Dalam pemusnahan di kantor BNN ini, turut dihadiri pula beberapa perwakilan dari LSM-LSM anti narkoba serta pihak Kejaksaan Agung. Selan itu, para tersangka juga dihadirkan saat uji lab barang bukti, guna mengonfirmasi jika barang-barang yang akan dimusnahkan itu memang benar milik mereka.

Hal ini harus dilakukan, agar legalitas dari pemusnahan barang bukti narkotika hasil kejahatan ini mempunyai legalitas hukum. Karena turut disaksikan pula oleh perwakilan dari pihak-pihak yang berwenang.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge