0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nyolong Motor, Dua Pelajar Dibekuk

dok.timlo.net/achmad khalik
Dua tersangka Curanmor menjalani pemeriksaan di kantor polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Meski usianya masih tergolong remaja, namun dua pelaku kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) ini tergolong lihai. Tersangka yang diketahui bernama, Hakim Al Hikam (18), warga Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, dan AN (14), warga Kampung Soropadan, Kelurahan Karangsem, Kecamatan Laweyan bekerjasama dengan melakukan tindak kejahatan.

Persekongkolan kedua pelajar ini bermula saat salah seorang di antaranya, mengeluh tidak memiliki kendaraan untuk digunakan bersekolah. Berawal dari itu, mereka melakukan aksi pencurian.

“Awalnya, curi-curi helm di kawasan fasilitas umum. Lalu memberanikan diri untuk mencuri motor,” terang Hakim, dalam rilis kasus di Mapolsek Laweyan, Kamis (4/8).

Sasaran motor yang dicuri, kata Hakim adalah yang tidak dikunci stang. Keduanya melancarkan aksi pencurian di kawasan Kampus Akademi Tenik Mesin Industri (ATMI) Solo. Waktu itu, sebuah kendaraan bermotor jenis Suzuki Satria menjadi sasaran. Sukses melancarkan aksi pertama, rekan tersangka AN juga meminta jatah motor curian. Akhirnya keduanya melakukan aksi pencurian lagi dengan sasaran Honda Scoppy di kawasan tak jauh dari lokasi Kampus ATMI.

“Dia (AN) minta jatah motor untuk dia pakai. Saya sudah pakai motor Satria. Dia pengen yang matic, lalu kami berdua mengincar Honda Scoppy yang berada tak jauh dari Kampus ATMI,” terang pelajar kelas XII itu.

Saat menjalankan aksinya, lanjut Hakim, AN bertindak sebagai ‘pemetik’ hasil incaran. Sedangkan Hakim bertugas mengendarai motor dan mendorong motor hasil curian tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Laweyan Kompol Agus Puryadi mengatakan, pihaknya berhasil menangkap dua tersangka kasus Curanmor tersebut dari laporan masyarakat. Sejumlah masyarakat mengetahui aksi yang dilakukan oleh keduanya saat mendorong motor hasil curian.

“Ini bentuk kesadaran masyarakat yang telah memberi informasi berharga kepada kami. Kami tindak lanjut dan kembangkan, sehingga berhasil menangkap kedua tersangka,” jelas Kapolsek.

Atas perbuatannya, Hakim dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Sedangkan, rekan tersangka lantaran masih di bawah umur akan dilakukan proses diversi.

“Penanganan kedua tersangka ini berbeda. Yang satu kita jerat dengan pasal KUHP dan rekannya yang masih di bawah umur dikenakan diversi,” tandas kapolsek.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge