0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ahli Toksikologi Terangkan Cara Kerja Racun Sianida

merdeka.com
Terdakwa Jessica Kumala Wongso (merdeka.com)

Timlo.net – Kepala bidang ilmiah ahli forensik (Toksikologi) Bareskrim Polri, Kombes Pol Nursamran Subandi (53) menjalani kesaksian dalam sidang pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/8). Nursamran mengungkapkan sianida mudah larut dalam air.

“Saya sebagai pemeriksa forensik sudah bekerja 28 tahun, saya pernah mendalami sianida dan pernah menjadi pengawas pengendalian karang terkait sianida ini, Sianida ini sejenis senyawa jutaan senyawa yang punya bubuk Cn, jadi banyak sekali golongan senyawa ini. Kasus yang kita periksa pastikan bahwa itu Natrium Sianida,” kata Nursamran dalam sidang, Rabu (3/8).

Kandungan Natrium Sianida ini, ujar Nursamran, memberikan efek menghambat sistem pernafasan. Sehingga sel-sel tak bisa berfungsi dan orang akan mati karena berfungsi dengan cepat.

“Barang ini basah dan bisa didapatkan dan sangat bagus untuk larut dalam air,” ujarnya.

Sianida bersifat sangat basah (korosif). Kalau zat itu mengenai benda, merusak benda termasuk ke kulit seperti iritasi dan mengelupas.

“Sifat sianida ini racun dan bisa terurai dengan cepat, dan cepat hilang,” tegasnya.

Yang bikin cepat hilang ini, papar Nursamran, misalnya asam seperti asam florida dalam lambung. Lalu bisa juga karena panas, sehingga sianida juga banyak dipakai saat penangkapan ikan karang di laut.

“Seandainya sianida tidak hilang kena panas, maka orang akan keracunan dengan ikan yang ditangkap itu. Tapi kalau dimasak, sianida akan hilang,” tutur Nursamran.

“Dan untuk sianida di dalam kopi ini setelah dianalisis, masih dalam bentuk bebas. Artinya belum terikat dengan nyawa dan dalam bentuk bebas. Selama dia di dalam dan bentuk bebas, jadi senyawanya tetap saja,” jelas dia.

[sho]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge