0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Betah Tinggal di Rumah Singgah, Nenek Ini Ogah Pulang

Semi terbaring di Rumah Singgah Klaten (dok.timlo.net)

Klaten — Semi (63) warga Purworejo terbaring tidur. Beralaskan selembar matras, perempuan penderita psikotik itu sejak April lalu menempati sebuah kamar di Rumah Singgah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.

“Mbah Semi ini satu-satunya penghuni yang masih betah tinggal di Rumah Singgah. Dia sampai sekarang enggak mau pulang ke Purworejo,” kata pengurus Rumah Singgah Klaten, Syamsu, Rabu (3/8).

Diceritakan, sebelumnya Semi pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr RM Soedjarwadi Klaten. Karena enggan mengungkapkan identitas lokasi keluarga terdekatnya, Semi untuk sementara waktu tinggal di rumah penampungan sementara yang dikelola oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten tersebut.

“Dia cerita punya anak cucu, tapi enggak pernah menunjukkan alamatnya. Karena enggak mau pulang, ya kita tampung. Hariannya membantu pengurus disini seperti cuci piring. Meski sudah sembuh, sebulan sekali masih kita ajak kontrol di RSJD,” cerita Syamsu.

Diterangkan, Rumah Singgah difungsikan sebagai tempat penampungan sementara bagi Pengemis Gelandangan dan Orang Telantar (PGOT). Memanfaatkan bangunan bekas Kantor Kecamatan Jogonalan, tepatnya di seberang Pabrik Gula Gondangwinangoen, rumah itu mulai dibuka pada Januari 2016.

“Jadi kalau ada razia Satpol PP, biasanya PGOT yang terjaring akan ditampung disini. Maksimal menginap sampai tujuh hari, tapi baru satu atau dua hari biasanya sudah diantarkan ke keluarganya. Lalu warga eks Gafatar juga pernah kita tampung di sini,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge