0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kritikus Film Berikan Penilaian Jelek Untuk “Suicide Squad”

Dok: Timlo.net/ AceShowBiz.
Suicide Squad. (Dok: Timlo.net/ AceShowBiz.)

Timlo.net—Film anti pahlawan buatan DC “Suicide Squad” tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 3 Agustus. Berbagai kritikus film di luar negeri mulai menulis ulasan terkait film ini, sayangnya kebanyakan ulasan bernada negatif. Dari skor yang ada di situs Metacritic, skor “Suicide Squad” hanya 47, padahal “Batman v Superman” sendiri memperoleh skor 44.

Berikut ini beberapa ulasan dari situs-situs hiburan ternama di luar:

“Hati saya sedih selama menonton adegan pertarungan antara the Squad dan pasukan Zombie. Kalian mendengar aku: zombie! Mayat berjalan itu bukanlah satu-satunya hal klise yang membuat potensi film ini berkurang. Orang-orang super aneh bersikap super manis dan ‘Suicide Squad: Dawn of Dullness’ (judul saya) melakukan hal yang mustahil. Lupakan Batman v Superman, paling tidak film itu mencoba. Karya rusak ini membuat ‘Fantastic Four’ terlihat bagus,” tulis Peter Travers dari Rolling Stone.

“Adegan pembuka memberikan semua perasaan senang melihat para tokoh berkumpul dan film itu tidak menjadi lebih baik dari sana. Lemah, membosankan dan kadang-kadang agak kacau, ‘Suicide Squad’ adalah bencana yang mengecewakan,” tulis Matt Singer dari ScreenCrush.

“Kemunculan Harley Quinn adalah momen terbaik di Suicide Squad. Setelah itu, Anda bisa meninggalkan bioskop. Robbie merupakan aktris yang sangat menarik, mudah disukai dalam berbagai aspek, tapi selain itu ‘Suicide Squad’ tidak memberikan kesempatan yang baik untuknya. Film ini tidak memberikan kesempatan kepada siapapun termasuk para penonton,” tulis Stephanie Zacharek dari Time.

“Seperti Tony Montana jika Jim Carrey tampil dalam film ‘Scarface’, Leto adalah setengah gangster dan setengah badut, tapi dia tidak benar-benar menjadi bagian dari film ini. Ayer tidak menemukan apapun untuk dilakukan karakter ini, jadi peran Leto dikurangi menjadi cameo yang dipuja, sebuah pembuka dari penampilan yang lebih penting di film berikutnya,” tulis David Ehrlich dari IndieWire.

Kebanyakan kritikus menyalahkan sang sutradara David Ayer yang dianggap kurang becus mengarahkan film ini.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge