0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jika Maju Calon Gubernur, Walikota Risma Harus Mundur Dulu

Tri Rismaharini (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Sejumlah partai politik melirik Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk diusulkan sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengisyaratkan, jika Risma ingin maju sebagai Cagub DKI, harus mundur terlebih dahulu dari jabatannya sebagai Walikota Surabaya.

Kewajiban ini mengacu aturan undang-undang No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada yang telah direvisi. UU ini mengamanatkan kepala daerah yang ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota atau Wakil Walikota di daerah lain harus mundur dari jabatannya saat ini.

“Begitu juga dengan bu Risma. Jika mau maju ya harus mundur,” kata Komisioner KPU Surabaya Purnomo S Pringgodigdo, Selasa (2/8).

Aturan itu tercantum dalam UU No 10 Tahun 2016, Pasal 7 ayat (2) huruf p. Kewajiban mundur harus dilakukan apabila sudah ditetapkan sebagai calon kepala daerah. Jika gagal, otomatis Risma tidak bisa kembali menjabat sebagai Wali Kota Surabaya lagi.

Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya Armuji mengatakan hal berbeda. UU Pilkada yang baru tidak mewajibkan kepala daerah mundur jika ingin bertarung di Pilkada daerah lain. Kewajibannya hanya cuti.

“Kami dari Adeksi (Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia) juga sudah konsultasi ke ketua MK (Mahkamah Konstitusi) mengenai hal ini. Itu termasuk pertimbangan kenapa legislator harus mundur dari jabatannya saat menjadi calon kepala daerah, sedangkan calon incumbent tidak. Jika legislator mundur maka akan ada gantinya, itu sudah jelas. Kalau kepala daerah begitu mundur tidak ada penggantinya. Pemerintah tidak boleh stagnan dan logis,” kata Ketua Adeksi ini.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge