0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UTP Gagal Bentuk Prodi Maintenance Pesawat Terbang

Rektor UTP, Prof Dr Ongko Cahyono (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Keinginan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta mendirikan program studi (Prodi) baru Maintenance Pesawat Terbang untuk jenjang Diploma Tiga (D-3) gagal. Kegagalan itu karena UTP tidak memiliki dosen tetap berkualifikasi mesin pesawat.

“Kami terganjal persyaratan yang mengharuskan memiliki enam dosen tetap berkualifikasi S2 mesin pesawat,” jelas Rektor UTP, Prof Dr Ongko Cahyono kepada wartawan, di Solo, Selasa (2/8).

Padahal pengajuan perijinan kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, menurut Ongko, telah berlangsung hampir sekitar tiga tahun, dan kualifikasi seperti memang sangat sulit terpenuhi. Namun demikian, pihaknya tetap akan mengajukan lagi sekaligus meminta persyaratan bisa diperlunak mengingat prodi tersebut jarang.

Salah satu hal yang kemungkinan bisa ditempuh untuk mendukung pendirian prodi tersebut, menurut Ongko, UTP akan menggandeng Garuda Maintenance Facility (GMF). “Pembicaraan kerjasama dengan GMF itu saat ini tengah berlangsung,” ujarnya.

Dijelaskan, sejauh ini UTP Surakarta memiliki dua tenaga pengajar berkualifikasi S2 dari teknik elektro, teknik mesin dan bidang IT di bidang pesawat terbang.

“Masih kurang 4 dosen dan kami berharap ada kebijakan agar ketentuannya bukan harga mati mengingat fakta di lapangan memang sangat jarang tenaga S2 mesin pesawat,” jelas Rektor UTP.

Ongko mengemukakan, saat ini kebutuhan tenaga kerja di bidang perawatan pesawat terbang di Indonesia maupun di luar negeri masih sangat besar. Di sisi lain, kebutuhan tenaga terampil bidang perawatan pesawat terbang tersebut masih dimonopoli dari luar negeri.

“Itulah yang melatar belakangi UTP berencana Prodi D3 Maintenance Pesawat Terbang,” jelasnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge