0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pintu Irigasi Watuleter Rusak, Petani Ketar-Ketir

dok.timlo.net/nanin
Areal persawahan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Petani di Desa Canden, Sambi, Boyolali ketar-ketir, menyusul mulai mengeringnya sungai dan rusaknya pintu air di Bendungan Watuleter. Apalagi saat ini memasuki musim tanam tiga, sehingga membutuhkan air yang banyak untuk mengolah sawah.

“Kalau nekat tanam, takutnya malah gagal panen, saluran air sudah tidak bisa mengalir sampai sini,” kata Suradi, salah satu petani, Selasa (2/8).

Biasanya, usai panen, petani segera melakukan pengolahan lahan, di antaranya dengan mensemai bibit. Namun, kali ini, hal tersebut tidak bisa dilakukan, menyusul sungai yang biasanya dijadikan andalan petani sudah tidak ada airnya.

“Padahal Agustus nanti diperkirakan sudah tidak ada hujan, lha sekarang air di sungai sudah mengering,” tambahnya.

Untuk mencukupi kebutuhan air, sejumlah petani terpaksa menyedot air menggunakan pompa di sungai yang airnya sudah menipis.

Terpisah, Kepala Desa Canden, Joko Mulyono, mengakui pintu air di Bendungan Watuleter rusak sehingga air tidak bisa mengairi lahan persawahan. Bila bendungan berfungsi, air akan mengalir ke sungai-sungai yang mengarah ke Waduk Cengklik.

“Kalau sekarang air langsung mengalir ke Bengawan Solo,” ujarnya.

Dijelaskan, ada 60-an hektar lahan persawahan yang mengandalkan air dari Bendungan Watuleter. Diakui, kewanangan Bendungan Watuleter, Desa Jatisari itu berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai bengawan Solo (BBWSBS). Namun, petani sepakat hendak memperbaiki bendungan agar air bisa lancar kembali.

“Kita akan membuat pintu air untuk sementara waktu, biar air kembali mengalir,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge