0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diserang Hama, Petani Tembakau Merapi Merugi

Tanaman tembakau mengering dan mati setelah diserang hama badur atau kerupuk akibat kemarau basah (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Dampak kemarau basah mulai dirasakan petani tembakau di Lereng Gunung Merapi Merbabu. Saat ini, tanaman tembakau banyak yang mati akibat diserang hama badur atau petani biasa menyebutnya hama krupuk. Akibatnya petani tembakau terancam gagal panen.

“Kalau sudah terkena hama krupuk, sudah tidak diselamatkan, ini dampak dari kemarau basah,” kata Cipto Suparmo, Selasa (2/8).

Dijelaskan, tanaman tembakau yang terkena hama ini, akan langsung dicabuti untuk kemudian dijadikan pupuk. Hama badur atau krupuk ditandai dengan bintik-bintik putih daun yang kemudian mengakibatkan layu dan mati. Munculnya hama krupuk ini, lanjut Cipto, akibat hujan yang masih turun.

“Tanaman tembakau kan tidak perlu banyak air, kalau kelebihan air ya dampaknya seperti ini,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan petani tembakau asal Desa Sumbung, Cepogo, Widodo, musim tanam kali ini banyak petani tembakau yang merugi. Kerugian yang dialami mencapai Rp 400 juta untuk lahan seluas 5 hektar.

“Harga anjlok, cuaca tidak mendukung,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Boyolali, Bambang  Purwadi, menjelaskan, tahun ini produksi tembakau di Boyolali diprediksi mengalami penurunan hingga 30 persen akibat kemarau basah. Bila musim  normal, produksi tembakau gunung maupun tembakau asepan mencapai 9 kuintal- 10 kuintal tembakau kering/ hektare. Namun akibat musim tidak bersahabat diperkirakan, produksi hanya mencapai 6 kuintal- 7 kuintal tembakau kering/ hektare.

“Tanaman banyak yang mati akibat hujan,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge