0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Clarisa Paramitha Utami, Prioritaskan Pendidikan dan Keluarga

foto: David
Clarisa Paramitha Utami (foto: David)

Timlo.net – Pendidikan adalah prioritas utama. Prinsip itu yang selalu dipegang Clarisa Paramitha Utami Widhiana, dalam menjalani kehidupan. Sebelum menjabat sebagai Public Relation Solo Paragon Mall, perempuan kelahiran Jakarta, 1992 ini telah mengawali kariernya sebagai model.

Namun karena demi mempertahankan kuliah. Ia rela melepaskan profesi yang telah ditekuninya selama puluhan tahun itu, agar tetap dapat terus belajar.

“Saya terpaksa mengundurkan diri dari dunia modeling, karena tuntutan pekerjaan waktu itu yang sangat padat. Tidak mungkin sambil kuliah, jadi saya harus memilih,” ujar alumnus Universitas Indonesia 2014 ini, kepada TimloMagz.

Menurutnya, pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting dan perlu diprioritaskan. Sebaliknya, dunia modeling yang ditekuninya kala itu tidak bisa diandalkan, karena statusnya sebagai freelance.

Diceritakan dia, awal terjun didunia modeling, selain suka bersolek sejak kecil juga karena dorongan orangtua. Terlebih tantenya yang saat itu bekerja di sebuah perusahaan advertising, turut mendorongnya.

“Waktu itu saya masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar. Karena tante melihat saya ada potensi jadi model, akhirnya didorong untuk ikut casting. Hasilnya, saya lolos, dan saat itu juga mulai banyak ditawari menjadi model dari berbagai agency,” jelasnya.

Kesibukannya dalam dunia model terus berlanjut hingga lulus SMA dan semester awal kuliah. Selain model, perempuan yang memiliki paras cantik ini juga sempat menekuni dunia jurnalistik. Yaitu sebagai presenter di salah satu televisi swasta.

Anak pertama dari dua bersaudara ini, setelah lulus kuliah memilih untuk tinggal di Solo, karena alasan keluarga. Selain kotanya yang dianggap ramah, tingkat kemacetan lalu lintas di Solo belum separah Jakarta.

“Karena setelah lulus kuliah saya sudah memutuskan untuk berkeluarga, takutnya jika tinggal di Jakarta waktunya akan habis untuk bekerja dan berada di jalan. Mengingat di sana macetnya luar biasa,” terangnya.

Menjadi Public Relation
Setelah tinggal di Solo, Clarisa banting setir dari model dengan mencoba menekuni profesi baru, sebagai Public Relation. Alasan memilih pekerjaan itu karena dianggapnya yang paling cocok dengan karakter dan bakatnya yang mudah bergaul serta berkomunikasi.

“Mungkin karena kebiasaan saya yang suka cerewet, jadi orangtua pun menyarankan saya cocoknya bekerja sebagai PR daripada yang lain,” ujarnya.

Menurutnya, Public Relation adalah pekerjaan yang sangat dinamis. Karena melalui pekerjaan itu bisa mengenal banyak orang, dengan beragam karakternya masing-masing.

Awal menekuni profesi sebagai Public Relation, Clarisa bekerja di sebuah perusahaan food and beverage di The Park Solo Baru. Meski profesi baru, di sana ia mengaku tidak ada kesulitan menjalankan beragam tugas dan tanggung jawabnya.

“Kalau kesulitan tidak ada, hanya saja karena saya baru datang ke Solo sehingga network nya masih minim. Itu yang kadang membuat ruang gerak menjadi terbatas,” ungkapnya.

Setelah hampir satu setengah tahun menjadi PR di perusahaan FnB tersebut, untuk menambah pengalaman akhirnya ia memutuskan untuk pindah ke Solo Paragon Mall.

Di sana banyak pelajaran baru yang ia dapatkan. Mulai membuat event promo, berkoordinasi dengan para tenant, media termasuk menggelar kegiatan CSR adalah tugas utama yang harus dilakukan.

“Karena baru dua tahun menekuni dunia PR, tentu semua tantangan yang ada saya maknai sebagai proses belajar. Oleh karena itu saya tidak pernah merasa terbebani dengan segala rutinitas dan tanggung jawabnya,” jelas dia.

Meski seabrek pekerjaan perusahaan menanti, namun Clarisa berusaha membagi waktu bersama keluarga. Karena baginya karier dan keluarga adalah hal yang sama pentingnya, sehingga harus bisa berjalan beriringan.

“Untuk membagi waktu, biasanya saat weekend saya fokuskan khusus untuk bersama keluarga. Saya tidak ingin diganggu yang lainnya, termasuk pekerjaan sekalipun,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge