0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Bakmi Toprak Khas Solo Yu Nani “Nendyang” sejak 1955

foto: David
Bakmi Toprak Khas Solo Yu Nani (foto: David)

Timlo.net – Kota Solo tak hanya terkenal dengan budaya dan unsur estetik bangunan lawasnya semata melainkan menjadi pusat kuliner yang ada di tengah Pulau Jawa. Selain cita rasa khas dari olahan bumbu tradisi, juga dikenal dengan cita rasanya yang ngangeni.

Ya, salah satunya adalah kuliner Bakmi Ketoprak “Yu Nani” di Jalan Pandhudewanata, kaasan Kampung Kartopuran, Jayengan, Serengan, Solo. Berbeda dengan makanan khas Kota Betawi Ketoprak, Bakmi Ketoprak atau Bakmi Toprak “Yu Nani” ini berkuah bening seperti kuah bakso. Masyarakat Kota Bengawan bangga dan menyebut Bakmi Toprak sebagai salah satu makanan khas daerah.

“Bedanya, kalau Ketoprak Betawi menggunakan bumbu kacang. Kalau ini (Toprak Bakmi Solo-red) menggunakan kuah kaldu bening,” kata penjual warung Bakmi Toprak “Yu Nani”, Dwi Woro Cahyani, saat TimloMagz menyambangi warung legendaris tersebut.

Uniknya, warung yang telah berdiri sejak tahun ’50 ini tetap mempertahankan resep awal dari pendiri terdahulunya. Termasuk, isian Bakmi Toprak yang dihidangkan di antaranya, tahu, tempe, cakwe, sosis solo, bakmi kuning, bihun, rambak, kulbis, tauge dan kacang. Ditambah, bawang goreng serta siraman kaldu kental lengkap dengan isian daging sapi. Daging sapi yang disajikan, juga sangat empuk sehingga memanjakan lidah para pecinta kuliner.

“Sejak dulu, isian bakmi toprak terdiri dari 12 bahan ini. Ditambah, daging sapi empuk karena direbus dengan menggunakan arang,” ujar Woro dengan ramah.

Supaya bakmi Toprak yang disantap makin “nendyang” irisan cabai, jeruk nipis dan kecap juga disediakan secara terpisah. Tergantung selera pelanggan untuk menambahkan ke dalam semangkuk sajian bakmi toprak.

Warung Bakmi Toprak “Yu Nani” khusus menyajikan masakan tersebut. Untuk minumannya, pelanggan dapat memesan berbagai macam minuman mulai es teh maupun es jeruk. Tapi, minuman paling spesial yang disediakan adalah es degan gula jawa.

“Biasanya, pelanggan memesan bakmi toprak komplet dengan minuman es degan gula jawa,” katanya.

Masalah harga, gak usah khawatir. Seporsi bakmi toprak dijual seharga Rp 16.000 sedangkan es degan gula jawa seharga Rp 5.000. Ada pula jajanan pasar seperti lumpia, sosis, lentho, yang dijual dengan harga yang variatif mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Warung “Yu Nani” buka mulai pukul 10.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Sejak tahun 1955

Warung Bakmi Toprak “Yu Nani” didirikan sekitar tahun ’55 oleh Mbah Winarni. Awalnya, warung tersebut menyajikan sejumlah menu makanan. Namun, seiring berjalannya waktu dengan melihat minat pengunjung akhirnya Winarni atau yang akrab disebut Yu Nani fokus dengan satu menu yakni bakmi toprak. Sejak didirikan puluhan tahun silam, hingga saat ini para penerus warung yang beralamat di Jalan Pandhudewanata, Kartopuran, Jayengan, Serengan tetap mempertahankan resep tradisi. Bahkan, bahan-bahan yang menjadi isian bakmi toprak tetap membeli disejumlah pedagang langganannya.

“Untuk jagung di Jagalan, bumbu dan bakmi di Pasar Gede sedangkan kelapa muda beli di Pasar Kadipolo,” jelasnya.

Ditanya soal membuka cabang lain, Woro yang merupakan generasi ketiga penerus warung “Yu Nani” ini mengaku belum berpikir kearah itu. Menurutnya, satu warung yang dikelola saat ini dirinya sudah kewalahan. Apalagi ditambah dengan cabang yang lain.

“Di sini saja dengan enam karyawan sudah kewalahan mas, apa maneh arep mbukak cabang” jelas Woro.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge