0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Taksi Online China Didi Chuxing Merger dengan Uber

Didi Chuxing. (Dok: Timlo.net/ The Next Web.)

Timlo.net —¬†Layanan taksi online asal Cina Didi Chuxing bersiap untuk merger dengan Uber di negara itu. Pemberitaan ini muncul setelah adanya aturan baru di China yang melegalkan layanan taksi online di negara itu akhir bulan lalu. Sumber-sumber yang dipakai Bloomberg mengatakan jika Uber sudah menghabiskan uang senilai $2 miliar untuk berkompetisi dengan Didi Chuxing. Jadi langkah yang diambil perusahaan asal San Francisco, Amerika Serikat (AS) itu bisa mengurangi kerugian dan menolong mereka terus menghasilkan uang di sana.

Hal ini juga memberikan keuntungan untuk Didi Chuxing. Pada Mei 2016, perusahaan itu memperoleh investasi senilai $1 miliar dari Apple. Desember 2015, mereka bergabung dengan layanan taksi lain seperti Ola, Lyft dan GrabTaxi untuk meningkatkan serangan terhadap Uber.

Perusahaan itu merilis layanan mereka pada April 2016 yang mengizinkan para pengguna di China memanggil dan membayar taksi di India, Asia Tenggara dan Amerika Serikat hanya dengan menggunakan aplikasi.

Dengan strategi itu, dikombinasikan dengan merger ini maka Didi Chuxing mendominasi pasar transportasi di China. Perusahaan asal China itu akan berinvestasi sebesar $1 miliar untuk Uber berdasarkan valuasi senilai $68 miliar. Nilai gabungan kedua perusahaan diperkirakan sekitar $35 miliar.

Sumber: The Next Web

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge