0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasar Tompen Ditempati, Pedagang: Sewa Kios Terlalu Mahal

dok.timlo.net/nanin
Tumpengan pedagang Pasar Tompen, Bangak, Banyudono, di hari pertama menempati pasar baru (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Ratusan pedagang Pasar Tompen, Desa Bangak, Boyolali mulai menempati lokasi baru. Hari pertama berjualan di lokasi yang baru ditandai dengan pemotongan tumpeng. Di sisi lain, sebagian pedagang menilai harga sewa kios terlalu mahal.

“Sewa untuk 10 tahun mencapai Rp 7 juta, ini sangat mahal sekali,” kata Karmadi, salah satu pedagang, Senin (1/8).

Pihaknya berharap, pemerintah desa mau menurunkan harag sewa kios sehingga tidak memberatkan pedagang. Pedagang lain, Purwanto, justru mengaku kecewa. Pasalnya, sebagai pedagang yang sudah lama berjualan di Pasar Tompen, justru tidak mendapatkan kios.

“Kiosnya ada yang ditempati pedagang baru, pegawai kelurahan infonya malah dapat satu kios,” ucap pedagang makanan ringan ini.

Menurut Kades Bangak, Widayanto, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait dengan uang sewa kios dan los sebelum pasar ditempati. Pasar Tompen sendiri dibangun dari dana desa. Dimana,sesuai keputusan desa, biaya sewa kios sebesar Rp 7 juta/kios untuk jangka waktu 10 tahun.

“Kalau disewakan perbulan hanya sebesar Rp 700 ribu, ini sudah sangat murah dan sulit untuk diturunkan,” tambahnya.

Sementara itu, hari pertama berjualan di Pasar Tompen baru, pedagang menggelar doa bersama dan potong tumpeng. Dengan harapan, Pasar Tompen yang baru bisa seramai saat di lokasi lama.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge