0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tersangka Penggelapan Dana Haji Meninggal di Rutan

Rutan Kelas IIB Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Tersangka kasus penggelapan dana haji, Didik Suwarno Harto Putra (61) warga Kampung Sukomulyo, Banjarsari, Kadipiro,¬†Solo meninggal dunia saat menjalani masa penahanan di Rutan Kelas II B Wonogiri, Sabtu (30/7) pagi. Status tersangka sendiri merupakan tahanan titipan Kejari Wonogiri.

“Iya benar sebenarnya kasusnya memasuki tahap dua. Rencananya hari ini berkasnya akan kita limpahkan ke pengadilan, namun yang bersangkutan keburu meninggal dunia,” ungkap Kejari Wonogiri Tri Ari Mulyanto, Senin (1/8).

Disebutkan, meninggalnya tersangka kasus 378 atau penipuan dana haji tersebut sekitar pukul 06.00 WIB. Pihaknya pun telah menerima surat resmi dari pihak Rutan Wonogiri terkait kematian Didik Suwarno. Dari informasi yang terima pihaknya, diketahui jika Didik meninggal karena serangan jantung.

“Kita saat ini tengah mempersiapkan berkas surat penghentian penuntutan. Dengan dikeluarkan surat ini, kasus ini ditutup. Kemarin tim jaksa kita juga ikut mendampingi keluarga saat mengantar jenasah hingga prosesi pemakaman,” katanya.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Wonogiri, Rony Asmoro mengatakan, tersangka merupakan tahanan titipan Kejari Wonogiri sejak akhir Mei lalu. Dia diduga kuat mengalami serangan jantung. Saat pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan. Korban sendiri meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.

“Saat itu juga korban kita serahterimakan kepada keluarga dan keluarganya menerima,” ujarnya.

Kepala Keamanan Rutan Kelas IIB Wonogiri Agus Susanto menambahkan, sebelum meninggal, korban tidak menunjukkan gejala adanya sakit. Dia masih terlihat sehat namun setelah mengerjakan salat subuh, dia merasakan sesak di bagian dada.

“Oleh teman satu sel, dia sempat minta tolong untuk dikeroki. Nah, ketika mau apel pagi dimana petugas ganti, dia dilarikan ke klinik, dan oleh dokter Rutan langsung disuruh membawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak terselamatkan,” katanya.

Atas peristiwa, pihaknya pun meminta rumah sakit untuk melakukan visum luar. Pihak keluargarnya saat itu juga dihubungi oleh petugas Rutan Wonogiri.

“Berdasarkan hasil visum dan keterangan dokter, pihak keluarga pun legowo, kita kemudian ikut mengantar jenasahnya sampai rumah duka bersama tim jaksa dari Kejari Wonogiri,” tandasnya.

Caption:

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge