0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembunuh Wanita di Alas Kethu Terancam Hukuman Mati

Lardiyanto pelaku pembunuhan saat dikeler di Mapolres Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Terungkap fakta jika Daliyem (36) warga Payungan, Kaliwungu, Semarang yang ditemukan tewas mengenaskan di Alas Kethu, Wonogiri pada bulan lalu dibunuh di wilayah Dam Colo, Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Kini pelaku ditahan di Polres Wonogiri.

“Pelakunya teman dekat korban yakni Lardiyanto (33) warga Jumetro RT1/RW2 Jangglengan, Nguter, Sukoharjo,” ungkap Wakapolres AKP M Fachrudin mewakili Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor, Senin(1/8).

Hampir dua pekan, pelaku menjadi buronan jajaran Satreskrim Polres Wonogiri. Polisi pun terus memburu pelaku berdasarkan informasi dari berbagai pihak,selain itu dukungan dari Polda Jateng pun turut berperan membantu tertangkapnya pelaku.

“Pelaku kita tangkap di Purworejo,” katanya.

Dengan sadis, kata Wakapolres, Daliyem dibunuh dengan cara dipukul tengkuknya kemudian dibenamkan di kedalam air. Setelah dirasa tewas, lalu tubuh korban dibopong menuju sepeda motor diapit di dalangan motor dan dibuang ke Alas Kethu, Wonogiri pada 11 Juli sekitar pukul 22.00 WIB dan jasad korban ditemukan selang dua hari kemudian oleh petani setempat.

Untuk menghilangkan barang bukti, pelaku kemudian membuang barang- barang milik korban, berupa tas di jembatan Bacem, Grogol, Sukoharjo. Dari pengembangan kasus, pelaku juga mengakui jika kerudung yang dikenakan korban sebelum pembunuhan dibuang di lokasi pembunuhan.

“Ada satu barang bukti yang dibuang di Klaten yakni handphone milik korban, namun terlebih dahulu dihancurkan menggunakan batu, pada saat pelaku hendak perjalanan pulang ke rumah istrinya di Purworejo,” jelasnya.

Polisi juga mengamankan berupa tiga helm, satu unit sepeda motor Jupiter Mx warna biru AD 6403 PK, satu baju hem lengan panjang, celana panjang jeans warna hitam, pakaian dalam warna hitam, satu potong celana dalam, jilbab warna merah, kaos, ikat pinggang dan sandal milik korban, serta satu buah handphone rusak milik korban dan sebuah batu.

“Atas perbuatannya tersangka kita kenakan Pasal 340 KUHP juncto 338 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge