0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Semester Awal, Kinerja Pemkot Dinilai Kurang Memuaskan

timlo.net/achmad khalik
Wakil Ketua Pansus Permit Pelimpahan Aset Pedaringan, Quatly Abdulkadir Alkatiri, (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Kalangan dewan menilai pembangunan Kota Solo di setengah tahun 2016 ini kurang maksimal. Sejumlah proyek dan masalah sosial menjadi pekerjaan rumah yang belum mulai dikerjakan.

“Pembangunan infrastruktur secara kuantitas masih stagnan apalagi masalah sosial masyarakat. Nampaknya setengah tahun ini Pemkot Solo belum nampak greget-nya,” terang anggota Komisi II DPRD Solo, Quatly Abdulkadir Alkatiri, Minggu (31/7).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mencontohkan, proyek Viaduk Gilingan, proyek jembatan Tirtonadi hingga proyek penanda tugu masuk Kota Solo di Banjarsari belum ada tanda-tanda terlaksana. Sedangkan, proyek lain seperti pembangunan Skybridge penghubung Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan Solo malah telah terlaksana.

“Harusnya, proyek pembangunan yang membawa dampak besar bagi masyarakat Kota Solo dulu yang didahulukan. Bukan malah sebaliknya,” jelas Quatly.

Tidak hanya proyek fisik yang mendapat sorotan, pihaknya juga menyoroti sistem tata kota yang dinilai tidak selaras dengan nafas dan budaya Kota Solo. Ketimpangan ekonomi menjadi salah satu imbas penataan kota yang gagal. Ia meminta pemkot agar melakukan pendataan warga miskin di Kota Solo pada tahun ini yang menurutnya meningkat.

“Saat ini data yang ada di dinas satu dengan yang lain berbeda. Harusnya Walikota mengecek itu agar valid,” katanya.

Sementara itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Umar Hasyim mengamini apa yang dikatakan Quatly. Menurut Umar kekuatan politik di kota Solo sudah tidak sehat lagi lantaran tidak adanya keseimbangan antara eksekutif dan legislatif. Wakil Ketua DPRD Solo itu menyebut partai penguasa terlalu dominan di tingkat legislatif sehingga fungsi pengawasan menjadi mandul.

“Jumlahnya mayoritas semua alat kelengkapan juga dipegang. Ini kan tidak sehat. Efeknya pengawasan kurang dan pembangunan dilakukan hanya berdasarkan kepentingan belaka,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge