0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menabung 19 Tahun, Pasutri Penjual Nasi Akhirnya Bisa Naik Haji

timlo.net/nanin
Pasutri Penjual nasi, Sunarno dan Sujiyem, akhirnya bisa naik haji setelah 19 tahun menabung (timlo.net/nanin)

Boyolali — Menjadi tamu Allah adalah cita-cita semua umat muslim. Begitu juga dengan pasutri asal Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Sunarno (65) dan sang istri Sujiyem (60), yang menabung selama 19 tahun dari hasil berjualan nasi, akhirnya tahun ini bisa berangkat haji.

“Sedikit demi sedikit saya tabung, akhirnya tahun 2011 saya mendaftar naikhaji,” kata Sunarno, mengawali ceritanya, Minggu (31/7).

Saat pertama kali mendaftar, Sunarno membayar dengan biaya sebesar Rp 34,8 juta. Kemudian, pada tahun 2012, giliran sang istri, Sujiyem, yang mendaftar.

“Istri saya harusnya berangkat tahun 2023, tapi ada kebijakan penggabungan suami istri, akhirnya bisa bersama-sama,” ujarnya.

Diakui ,tiap musim haji, Sunarno dan istrinya hanya bisa mengagumi orang-orang berkain putih (ihram) yang berlalu lalang di dalam Asrama yang jaraknya hanya belasan meter dari rumahnya. Hal itulah yang membuat tekadnya semakin bulat untuk bisa naik haji. Bahkan, pernah ada dua polisi yang menawari membiayai naik haji, namun ditolaknya.

“Lha masak ibadah dibayari,” ucap Kakek dengan tujuh cucu ini  sambil tertawa.

Sunarno dan sang istri, sesuai jadwal akan berangkat ke tanah suci pada tanggal 15 Agustus tergabung dalam kloter 19 Kabupaten Boyolali. Sunarno mengaku tidak ada kesiapan khusus, hanya saja selama ini mengikuti anjuran dokter.

“Ya kita banyak olahraga dan tidak makan sembarangan,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge