0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meski Eksekusi Tertunda, Keluarga Belum Bisa Jenguk Zulfikar

dok.merdeka.com
LP Nusakambangan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Salah seorang terpidana mati yang belum jadi dieksekusi, Zulfikar Ali belum bisa dijenguk keluarganya. Istri Zulfikar Ali, Siti Rohani mengatakan saat ini belum bisa menjenguk suaminya.

“Belum bisa (menjenguk). Kemarin hanya dokter yang datang ke kami untuk membawa obat-obatan. Karena kemarin, sudah serah terima semuanya, jadinya nggak ada obat, nggak ada baju, kemarin tabung oksigen dibawa. Padahal, suami saya membutuhkan itu semua,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (30/7).

Saat dokter lapas yang merawat Zulfikar Ali datang, Siti menitipkan obat dan oksigen, karena memang yang dibutuhkan suaminya saat ini adalah obat-obatan tersebut. Sebelumnya, Zulfikar Ali dijemput petugas lapas saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap pada Senin (25/7) lalu.

Zulfikar Ali dirawat di ruang Dahlia RSUD sejak 16 Mei 2016 karena menderita komplikasi penyakit, yakni hepatitis, bronkitis, dan liver. Menurut istrinya, kondisi terpidana mati asal Pakistan ini cukup menyedihkan, karena masih dalam kondisi sakit.

Sempat beredar informasi yang menyebut terpidana yang divonis mati Pengadilan Negeri Tangerang pada tahun 2005 ini, termasuk dalam 14 nama yang akan divonis mati pada Jumat (29/7) dini hari lalu. Namun, hal tersebut urung dilakukan pemerintah terhadap dirinya.

“Ini benar-benar mukjizat,” kata istrinya.

Penentangan rencana eksekusi mati terhadap Zulfikar Ali, disampaikan mantan presiden BJ Habibie yang menyampaikan surat kepada Presiden Joko Widodo. Secara eksplisit, BJ Habibie menyebut Zulfikar tidak bersalah.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Pak Habibie,” ucap Siti yang hingga kini masih menunggu kepastian nasib suaminya.

Siti mengaku tidak menyangka jika mantan Presiden BJ Habibie memberikan surat kepada Jokowi untuk mempertimbangkan kembali eksekusi mati terhadap Zulfikar. Keluarga Zulfikar menilai dukungan yang diberikan Habibie menambah tebal keyakinan bahwa warga Pakistan tersebut tidak berhak dieksekusi mati.

“Kita juga nggak nyangka (dukungan dari BJ Habibie), kita nggak tahu. Kita tahu Pak Habibie, tetapi kita nggak kenal. Kontak juga nggak sama sekali, Alhamdulillah, suportnya sangat kuat sekali buat kita,” kata Siti.

Ia merasa bersyukur mendapat dukungan yang luas dari berbagai pihak, termasuk mantan presiden Indonesia ketiga tersebut. Bahkan, Siti berkeinginan kuat untuk mengucapkan langsung rasa terima kasih untuk mendukung perjuangannya dalam membebaskan suaminya.

“Kita sekeluarga, kalau ada kesempatan mau ucapkan terima kasih atas dukungannya Pak Habibie dari hati,” jelas Siti.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge