0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

‘Nyanyian’ Haris Soal Dugaan Aliran Dana dari Freddy Budiman kepada BNN

merdeka.com
Freddy Budiman (merdeka.com)

Timlo.net – Polri menelusuri tudingan aliran dana miliaran rupiah dari terpidana mati Freddy Budiman untuk Badan Narkotika Nasional (BNN). Aliran dana ini diklaim disetor selama mendiang Freddy menjalankan bisnis narkoba.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar salah satu orang yang sempat mendengar langsung curahan hati Freddy. Haris mengaku bertemu dengan Freddy di Lapas Nusakambangan, pada 2014 lalu setelah menerima undangan dari sebuah organisasi gereja.

“Saya jadi berkesempatan bertemu dengan sejumlah narapidana dari kasus teroris, korban kasus rekayasa yang dipidana hukuman mati,” kata Haris.

Dia sempat tatap muka dengan John Refra alias John Kei, dan Rodrigo Gularte, WN Brasil yang telah dieksekusi 2015 lalu.

Haris menuturkan, seorang ibu pelayan rohani yang mengajaknya mengatakan jika Freddy Budiman memang berkeinginan bertemu dengannya. Di salah satu ruangan diawasi Kalapas Nusakambangan, Sitinjak. Di depan dua pelayan gereja, dan John Kei, Freddy bercerita hampir dua jam tentang apa yang dialami dan kejahatan apa yang dilakukan.

Menurut Haris, Freddy juga mengekspresikan bahwa dia sedih melihat orang-orang kecil, seperti sopir truk yang membawa kontainer narkoba dihukum. Lalu, Haris bertanya ke Freddy di mana saya bisa dapat cerita ini? Kenapa anda tidak bongkar cerita ini?

“Saya sudah cerita ke lawyer saya, kalau saya mau bongkar, ke siapa? Makanya saya penting ketemu Pak Haris, biar Pak Haris bisa menceritakan ke publik luas. Saya siap dihukum mati, tapi saya prihatin dengan kondisi penegak hukum saat ini. Coba Pak Haris baca saja dipledoi saya di pengadilan, seperti saya sampaikan di sana,” jelas Haris menirukan ucapan Freddy.

Haris pun berusaha mencari pledoi Freddy di website Mahkamah Agung, tetapi tidak ada. Di sana hanya putusan. Dalam putusan, kata Haris, juga tidak dicantumkan informasi keterlibatan aparat negara dalam kasusnya.

Lalu, Haris menambahkan KontraS mencoba mencari kontak pengacara Freddy. Menariknya, dengan begitu kayanya informasi di internet, tidak ada satu pun informasi yang mencantumkan di mana dan siapa pengacara Freddy.

“Kami gagal menemui pengacara Freddy untuk mencari informasi yang disampaikan, apakah masuk ke berkas Freddy sehingga bisa kami mintakan informasi perkembangan kasus tersebut,” tuturnya.

Pengacara terpidana mati Freddy, Untung Sunaryo saat coba dikonfirmasi tidak mengangkat telepon genggamnya.

[did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge