0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wanita Ini Akhiri Protes Setelah Mogok Makan Selama 16 Tahun

Irom Sharmila. (Dok: Timlo.net/ STRDEL/AFP/Getty Images))

Timlo.net—Seorang aktivis berusia 44 tahun yang mogok makan selama hampir 16 tahun akhirnya memutuskan mengakhiri aksinya. Aktivis bernama Irom Sharmila ini mogok makan untuk memprotes brutalitas militer India. Dia berkata jika dia akan mengakhiri puasanya pada Agustus 2016 dan mencalonkan diri dalam pemilihan kepala negara bagian di India.

Sharmila mulai mogok makan sejak 5 November 2000 dan memprotes hukum India yang menangguhkan perlindungan hak asasi manusia dalam wilayah-wilayah konflik. Tiga hari sebelumnya, 10 warga sipil dibunuh oleh pasukan militer di Malom, sebuah kota kecil di pinggiran Imphal, ibukota negara bagian Manipur.

Tiga hari mogok makan, dia ditahan dengan tuduhan percobaan bunuh diri, yang merupakan tindakan kriminal di negara itu. Petugas penjara di rumah sakit pemerintah di Manipur semenjak itu memaksa memberikan makanan lewat selang ke dalam hidungnya.

“Satu-satunya cara untuk membawa perubahan adalah dengan proses pemilihan. Saya akan berdiri sebagai calon independen dari konsituensi Malom,” kata Sharmila.

Dia berkata isu tunggal yang akan diangkatnya adalah penghapusan hukum yang mengizinkan militer bertindak dengan kekebalan hukum. The Armed Forces Special Powers Act berlaku di wilayah Kashmir dan wilayah timur laut yang dipenuhi aksi-aksi separatis.

Hukum negara bagian itu jika tentara memiliki hak untuk menembak orang yang diduga sebagai pemberontak tanpa takut adanya hukuman dan menahan tersangka pemberontak tanpa surat perintah pengadilan.

Hukum itu juga memberikan polisi kekuasaan yang luas untuk mencari dan menahan, mencegah prajurit didakwa dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia kecuali ada izin dari pemerintah federal. Tapi dakwaan dari pemerintah federal untuk anggota militer biasanya sangat jarang.

Shamirla menghabiskan sebagian besar waktunya di tahanan di rumah sakit. Di sana para dokter memastikan kondisinya stabil. Dia juga diwajibkan untuk melaporkan ke pengadilan daerah setiap 15 hari. Protes mogok makannya itu mendapatkan dukungan dari seluruh dunia, bahkan Amnesti Internasional memanggilnya tahanan hati nurani.

Sumber: Metro.co.uk

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge