0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPP Ajak PKL Manahan Kerja Bakti Bersihkan Shelter

timlo.net/ichsan rosyid
Beberapa PKL mulai membersihkan shelter mereka sejak Kamis (28/7) sore meski kerja bakti dijadwalkan Jumat (29/7) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Dinas Pengelola Pasar (DPP) mengajak PKL Manahan bekerja bakti membersihkan shelter Manahan, Jumat (29/7). Kerja bakti difokuskan untuk menghilangkan daun cemara yang menumpuk di atap dan sampah dan saluran air di lingkungan itu.

“Daun-daun itu menyimpan air. Kalau tidak dibersihkan, atap itu akan cepat rusak,” kata  Kepala Seksi Penataan dan Pembinaan PKL DPP Solo, Didik Anggono.

Setiap PKL diharapkan dapat membersihkan atap shelter masing-masing. Di samping membersihkan atap dari timbunan daun, PKL juga diminta bagian-bagian yang ditambah PKL seperti papan reklame dan dinding-dinding triplek yang dibuat para PKL. Pemkot sendiri siap membantu dengan menyediakan truk untuk mengangkut sampah atau barang-barang yang tidak terpakai.

Kepala DPP, Subagyo menambahkan, Pemerintah Kota Solo tidak bisa memperbaiki segera bila shelter Manahan rusak karena keterbatasan anggaran. Para PKL diminta turut aktif memelihara kebersihan dan keawetan shelter masing-masing.

“Yang membutuhkan shelter masih banyak. Kalau dananya kita gunakan untuk memperbaiki shelter yang ada, nanti kasihan yang lain nggak kebagian,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, semua PKL memodifikasi shelter masing-masing. Mulai dari menggeser gerobak ke area pejalan kaki, membangun atap tambahan sampai membuat tembok semi permanen dengan triplek. Akibatnya, area Manahan kini terkesan kotor dan kumuh. Padahal dahulu Pemkot telah menerapkan desain terbuka untuk shelter manahan agar terkesan luas, asri, serta tetap menjaga sirkulasi udara ke kawasan Stadion.

Pengamatan Timlo.net di lapangan, meski kerja bakti dijadwalkan Jumat, sebagian PKL sudah mencicil memberihkan shelter mereka Kamis (28/7) sore. Mereka beralasan pekerjaan esok hari akan sangat banyak bila tidak segera dimulai sedangkan mereka masih ingin berjualan.

“Ini kita cicil membersihkan atap. Besok tinggal yang di bawah. Kalau tidak dicicil sekarang, besok nggak bisa jualan,” kata Kirmadi yang setiap harinya membuka wedangan di shelter Manahan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge