0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jaringan Soloraya Tolak Hukuman Mati Merry Utami

timlo.net/setyo pujis
Aksi tutup mulut di bundaran Gladak (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Puluhan masa yang tergabung dalam Jaringan Soloraya, melakukan aksi tutup mulut di bundaran Gladak, Kamis (28/7). Mereka menolak rencana eksekusi mati yang akan dijatuhkan kepada Merry Utami (MU), dalam kasus peredaran narkoba karena dianggap sebagai korban.

“Kita sangat mendukung upaya pemberantasan narkoba. Namun sangat menentang solusi hukuman mati, terlebih kepada perempuan yang dijadikan korban dari kasus perdagangan orang,” ujar Koordinator aksi Jaringan Soloraya, Endang kepada wartawan.

Dirinya meminta agar pemerintah mengkaji ulang dan mempertimbangkan penundaan eksekusi kepada MU. Karena perempuan yang menjadi buruh migran Indonesia tersebut terindikasi menjadi korban KDRT, dan dijebak oleh sindikat narkoba Internasional.

“Kita berharap Presiden bisa mengabulkan upaya grasi yang tengah diajukan. Sehingga keadilan bisa didapatkan,” jelasnya.

Aksi demonstrasi dengan cara tutup mulut itu dilakukan, sebagai bentuk keprihatinan terhadap hukum yang ada di Indonesia. Karena dianggapnya belum dapat mewakili unsur keadilan kepada rakyat.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge