0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cuaca Ekstrem, Jamaah Haji Diminta Jaga Kondisi

foto: Nanin
Calon jamaah haji Boyolali mengikuti bimbingan manasik haji, 60 persen diantaranya berusia 60 tahun keatas (foto: Nanin)

Boyolali – Calon jamaah haji (Calhaj) asal Boyolali sebanyak 60 persen masuk dalam kategori beresiko tinggi (risti) dilihat dari faktor usia. Pasalnya, dari total calhaj 670 orang, 60 persen diantaranya berusia 60 tahun keatas. Kemenag Boyolali mewanti-wanti calhaj untuk selalu menjaga kesehatan mulai dari sekarang.

“Kita himbau untuk selalu menjaga kesehatan, apalagi saat musim haji, di Mekah dan Madinah cuaca sangat ekstrem,” kata Kasi Penyelenggaran Haji dan Umroh Kemenag Boyolali, M Jindar Wahyudi, Kamis (28/7).

Dijelaskan, suhu udara pada siang hari bisa mencapai 50 derajat Celcius dan malam hari turun drastis hingga 12 derajat Celsius. Suhu ekstrem tak hanya mengakibatkan jamaah jatuh sakit, namun bibir bisa pecah- pecah. Jamaah diingatkan untuk membawa krem untuk dioleskan ke bibir dan wajah.

“Khusus untuk jamaah yang berusia lanjut untuk tidak memaksakan diri, perbanyak beristirahat,” tambahnya.

Untuk calon jamaah haji asal Boyolali sendiri akan diberangkatkaan dalam tiga kloter. Rombongan pertama akan diberangkatkan di kloter 19 sebanyak 355 orang, dijadwalkan masuk Asrama Haji Donohudan pada tanggal 15 Agustus.

Sedangkan dua kloter nanti akan digabung dengan kabupaten lain, yaitu kloter 55 sebanyak 129 orang digabung dengan jamaah asal Banjarnegara, Solo, Wonogiri dan Sukoharjo, masuk Asrama Haji Donohudan tanggal 29 Agustus. Sisanya sebanyak 186 orang masuk dalam kloter 56 yang digabung dengan jamaah asal Karanganyar dan Sragen.

“Kloter 56 masuk asrama haji Donohudan tanggal 30 Agustus, besoknya baru diterbangkan ke tanah suci,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge