0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Angka Kegagalan Ujian SIM di Wonogiri Capai 80 Persen

Area uji praktek SIM Polres Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Halaman belakang Mako Satlantas Polres Wonogiri yang dulunya hanya digunakan sebagai tempat penampungan bangkai mobil dan sepeda motor barang bukti kecelakaaan, kini disulap menjadi area ujian praktek surat ijin mengemudi (SIM). Hal itu dilakukan mengingat tingginya angka kegagalan pemohon SIM saat mengikuti ujian praktek.

“Pra latihan praktek ini gratis alias tidak dipungut biaya,” ujar Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Sri Anggono mewakili Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor, Kamis(28/7).

Sebenarnya pelatihan ujian praktek telah diterapkan sejak tahun lalu, namun selama ini, kata Kasatlantas, belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemohon SIM.

“Dengan dibukanya area pelatihan ujian praktek, warga masyarakat khususnya bagi pemohon SIM C, A dan B dipersilakan untuk berlatih ujian praktek,” jelasnya.

Dari puluhan pemohon SIM tersebut, tingkat angka kelulusan sekitar 1-5 persen saja, sehingga angka kegagalan ujian SIM saban hari mencapai 80 persen. Rata-rata mereka gagal saat mengikuti tahapan ujian praktek yang meliputi lima item penilaian. Yakni slalom dan zig-zag, teknik menghindar, angka delapan teknik keseimbangan dan bentuk tour leter U.

“Keterampilan itu harus didahului dengan pelatihan. Kalau tiba-tiba praktek ya kemungkinan gagal itu lebih besar,” katanya.

Tak hanya tempat latihan ujian praktek gratis, pihaknya pun telah menyiapkan papan panduan tentang tahapan ujian praktek. Selain itu, ketika pomohon SIM berhasil melalui tahapan-tahapan persyaratan, baik ujian teori maupun praktek, Satlantas Polres Wonogiri telah menyediakan sebuah medali penghargaan.

“Sesuai harapan Kapolres, yang memiliki  SIM itu harus benar-benar punya kompentensi di jalan, pemilik SIM itu harus tahu dan paham dengan aturan lalu lintas,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge