0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tingkat Literasi Keuangan Minim, OJK Bentuk Galeri Investasi Mobile

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas VM Tarihoran (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) targetkan tingkat literasi keuangn masyarakat bisa tumbuh dua persen pertahun. Untuk memaksimalkan literasi tersebut berbagai upaya terus dilakukan, salah satunya dengan membentuk galeri investasi mobile.

“Saat ini tingkat literasi keuangan masyarakat masih sangat minim. Dari survei OJK terakhir pada 2013, literasi keuangan masyarakat Indonesia, hanya mencapai 21,84 persen dan inklusi keuangan hanya 59,47 persen,” ujar Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas VM Tarihoran kepada wartawan, Rabu (27/7).

Dari jumlah tersebut, menurutnya untuk pemahaman masyarakat masih didominasi dari perbankan. Karena untuk literasi kuangan, khususnya pada pasar modal hanya mencapai 3,79 persen. Sedangkan yang sudah menggunakan baru 0,11 persen. Atau sekitar 500 ribu rekening, dari total penduduk Indonesia.

“Oleh karena itu, untuk mendongkrak tingkat literasi dan inklusi keuangan khususnya pada pasar modal, kita membuat program galeri investasi mobil. Dengan adanya program itu, fokus kita tidak hanya mahasiswa, tapi juga komunitas masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Irfan Noor Reza dalam kesempatan yang sama menyampaikan, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh OJK. Pasalnya di Soloraya sendiri, dari survei yang dilakukan baru sekitar 11.900 orang yang melek dan memiliki rekening aktif di pasar modal.

“Dari jumlah itu, 30 persennya dari kalangan mahasiswa. Oleh karena itu kita sangat mendukung langkah dari OJK, karena upaya peningkatan pemahaman masyarakat perlu secara masif dilakukan,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge