0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dosen UNSA Raih Doktor ke 220 UNS

Solo — Hervina Puspitosari, dosen Fakultas Hukum Universitas Surakarta (UNSA) berhasil meraih gelar doktor ke 220 Universitas Sebelas Maret (UNS). Ia juga mencatatkan diri sebagai doktor ke 36 Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana UNS.

“Di Indonesia sampai saat ini belum ada undang-undang yang melarang kerja seks,” ungkap Hervina saat mempertahankan disertasinya di depan dewan penguji yang dipimpin Wakil Rektor I UNS Sutarno, di Ruang sidang Senat UNS, Solo, Rabu (27/7).

Sementara itu disertasi yang dipertahankan berjudul Penguatan Kebijakan Kriminal Dalam Upaya Penanggulangan Cyber Prostitution. Keberhasilannya mempertahankan disertasi itu, Hervina merain nilai 3,57 dengan predikat sangat memuaskan.

Hervina mengatakan, multitafsir terkait makna kesusilaan dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mengakibatkan lemahnya implementasi peraturan.

Selain itu, kata Hervina, belum adanya peraturan tentang ketentuan sanksi pidana bagi penyedia jasa akses internet yang tidak memfilter konten pornografi dan prostitusi online, sehingga masih dapat diakses oleh pengguna layanan.

Kebijakan kriminal yang ideal dari kajian substansi hukum, menurut dosen hukum UNSA tersebut, diperlukan pembaharuan hukum dalam upaya penanggulangan cyber prostitution melalui pembentukan Undang-Undang Tindak Pidana Teknologi Informasi yang memisahkan antara ketentuan pidana dengan ketentuan perdata untuk menjamin konformitas. Sehingga diharapkan kedepan dapat dilakukan upaya law reform cyber law melalui pembentukan Undang-Undang terkait tindak pidana teknologi informasi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge