0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidak Rutan, Seorang Napi Bawa Bayinya ke Ruang Tahanan

Bayi berusia 25 hari harus tinggal bersama ibunya di Rutan Boyolali (foto: Nanin)

Boyolali – Seorang bayi berusia 25 hari ditemukan petugas Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kemenkuham tinggal di rutan Boyolali bersama sang ibu. Bayi malang tersebut terpaksa tinggal di ruang khusus wanita, setelah sang ibu ditahan atas kasus penggelapan.

“Harusnya tidak boleh ada bayi di sini. Kalau bayi sakit, ada apa-apa siapa yang harus bertanggung jawab,” kata Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kemenkuham, Widodo Eka Tjahjana, Selasa (26/7) malam saat sidak ke rutan Boyolali.

Sementara itu, sang ibunda, Bekti Wahyuningsih, warga Tegalrayung, Simo, mengaku terpaksa membawa anaknya ke Rutan karena sang anak masih membutuhkan ASI eksklusif. Selain itu, Bekti yang menjadi tersangka kasus penggelapan sertifikat, sudah pernah mengajukan penangguhan penahanan ke kejaksaan, Namun ditolak.

“Saya tidak tega meninggalkan dirumah,apalagi kalau harus minum susu formula,” ucapnya.

Melihat hal ini, Widodo, yang mengaku baru pertama kalinya menemukan kasus balita ikut ibunya di rutan, mempertanyakan rasa kemanusian penegak hukum. Ke depan, pihaknya berharap, aparat penegak hukum bisa lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

“Ini menjadi kelemahan aparat penegak hukum, mestinya melindungi anak-anak,” imbuhnya.

Di sisi lain, Widodo, menjelaskan, sidak yang dilakukan sekaligus untuk melakukan pembinaan terhadap personil di rutan. Nantinya hasil sidak akan dipertimbangan untuk membuat regulasi dalam rutan. Termasuk tahanan narkoba, yang seharusnya tidak dikumpulkan dengan napi lainnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge