0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cukai Tembakau Disulap Jadi Gerobak PKL

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati Dedy Endriyatno menyerahkan bantuan gerobak PKL (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Sebanyak 26 pedagang kaki lima (PKL) mendapat bantuan gerobak dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Sragen. Mereka adalah para pedagang berasal dari warga miskin yang sehari-hari berjualan hik, nasi dan gorengan yang tersebar di 20 kecamatan.

“Bantuan ini berasal dari bagi hasil cukai tembakau Privinsi Jawa Tengahi. Yang mendapagkan adalah warga miskin yang punya usaha,” kata Kabid Pembinaan Perdagangan Disdag Sragen, Siti Suharmi, Rabu (27/7).

Siti Suharmi menyatakan, bantuan tersebut diberikan dengan sistem pinjam pakai. Oleh karenanya para PKL yang menerimanya harus mempunyai komitmen untuk menaati perjanjian. Diantaranya akan terus berjualan dan tidak boleh memindahtangankan gerobak ke orang lain.

“Kita akan awasi. Pedagang tak boleh ingkar janji dan mengalihkan ke orang lain,” ujarnya.

Dia menjelaskan, masing-masing satu gerobak senilai Rp 5 juta, sehingga total yang diberikan kepada 26 PKL adalah sebesar Rp 130 juta. Bantuan telah diberikan secara simbolis oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati Dedy Endriyatno, usai kirab Penghargaan Adipura Buana, Senin (25/7).

Salah satu PKL, Sartini (44), asal Dukuh Gesi RT 17, Desa Gesi, Kecamatan Gesi kepada Timlo.net mengaku senang mendapat bantuan. Sebelumnya, Sartini yang berjualan nasi pecel di Pasar Gesi tersebut hanya memakai layar atau terpal plastik. Dia berharap, dengan memakai gerobak akan melancarkan usahanya.

“Sudah lima tahun saya jualan nasi pecel. Tapi kalau malam saya juga buka hik,” tuturnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge