0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejagung Periksa 500 LSM, Ada Apa Ya?

merdeka.com
500 LSM di Sumsel diperiksa (merdeka.com)

Timlo.net — Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bansos dan hibah Provinsi Sumsel pada 2013. Sebanyak 500 lembaga swadaya masyarakat (LSM) diduga menerima bantuan diperiksa penyidik Kejagung.

Pemeriksaan digelar secara tertutup di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sumsel, Selasa (26/7). Satu per satu, pengurus LSM dipanggil secara bergantian dengan membawa berkas.

Sayangnya, tak satu pun pengurus LSM yang diperiksa memberikan komentar kepada awak media. Mayoritas mereka hanya mengatakan ‘no comment’.

Ketum Tim Penyidik Kejagung, Haryono mengungkapkan, total ada sekitar 500 LSM yang akan diperiksa terkait kasus dana bansos hibah Provinsi Sumsel tahun 2013. Dijadwalkan, pemeriksaan berlangsung selama empat hari pada 26-29 Juli 2016.

“Ada sekitar 500 LSM kita periksa. Mereka kita periksa secara bergantian empat hari ke depan,” ungkap Haryono, Selasa (26/7).

Kemudian, kata dia, pemeriksaan kembali dilanjutkan dengan memanggil anggota DPRD dan pejabat Pemprov Sumsel.

“Senin depan (1 Agustus) giliran anggota DPRD Sumsel dan pejabat Pemprov Sumsel,” ujarnya.

Diketahui, dalam kasus ini, Kejagung menetapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumsel, Laonma Tobing, dan mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumsel Ikhwanudin sebagai tersangka. Kedua anak buah Gubernur Sumsel, Alex Noerdin itu, diduga terlibat dalam penyelewengan dana bansos dan hibah merugikan negara hingga Rp 2,38 Miliar.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge