0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah Wartawan Dianiaya Saat Liputan Sidang Penyelundupan

merdeka.com
Ilustrasi Penganiayaan Wartawan (merdeka.com)

Timlo.net — Sekelompok preman menghalangi dan mengancam jurnalis meliput persidangan pemeriksaan saksi perkara penyelundupan, di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (26/7).

Mereka bahkan sampai menganiaya jurnalis hingga menghapus data liputan. Mereka beraksi saat sidang perkara KM Kharisma Indah milik Arifin dimulai. Para preman menutupi pintu masuk pengadilan saat sidang dibuka majelis hakim.

Salah seorang jurnalis media online Kepri, Charles Sitompul tetap memasuki ruangan, dan berupaya mendokumentasikan persidangan. Namun, salah seorang pemuda preman berinisial Ic melarangnya.

Charles sekaligus anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini, mengaku tidak mengenal siapa Ic, dan apa kapasitasnya dalam perkara ditangani pengadilan tersebut.

“Saya tidak mau keluar ruangan sidang, karena dalam kondisi bertugas,” ujar Charles.

Perang mulut tidak terelakkan antara Charles dengan Ic dan rekan-rekannya. Mereka nyaris adu jotos setelah jaket dikenakan Charles ditarik hingga robek.

Mereka dipisah sejumlah jurnalis yang meliput di lokasi tersebut.

“Ini intimidasi, menghalangi tugas saya sebagai jurnalis dan mengancam saya,” tegasnya.

Akibat kejadian itu, majelis hakim memutuskan menutup persidangan.

Sementara Charles melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian. Novel, salah seorang jurnalis menyaksikan kejadian, menjadi saksi dalam laporan yang disampaikan Charles.

“Saya berada di dekat Charles saat kejadian itu,” kata Novel.

Dia mengemukakan aksi premanisme itu baru pertama kali terjadi setelah majelis hakim beberapa kali menyidang perkara penyelundupan KM Kharisma Indah.

Selain Charles, kata Novel, seorang jurnalis media cetak bernama Wafa juga terkena imbasnya. Itu dikarenakan mengabadikan peristiwa keributan antara Charles dengan orang-orang yang mengaku sebagai anak buah Ahang.

Bahkan kameranya sempat disita, dan foto-foto peristiwa itu dihapus.

“Saya sempat dicekik, ditarik dan ditendang. Pakaian saya juga robek,” kata Wafa.

[ang]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge