0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Oknum Aparat Pelaku Penganiayaan dan Pelecehan Akan Ditindak

merdeka.com
Korban penganiayaan dan pelecehan (merdeka.com)

Timlo.net – Polda Sumatera Utara (Sumut) akan menindak anggotanya jika terbukti melakukan penganiayaan dan pelecehan terhadap dua warga setempat. Saat ini polisi masih mendalami laporan korban.

“Siapa pun kalau salah tetap akan kita tindak,” tegas Kasubbid III/Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, Selasa (26/7).

Sejauh ini, kata Faisal, pihaknya hanya memproses kasus penganiayaan sesuai laporan korban.

“Kasusnya jalan terus. Tapi kami hanya melakukan penyelidikan sesuai laporannya, yaitu penganiayaan. Tidak ada laporan pencabulan,” ungkapnya.

Dia memaparkan, sejumlah saksi terlapor sudah diperiksa, termasuk AKP MAS, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, yang dilaporkan melakukan penembakan terhadap Hariono. Dia bahkan sudah dua kali diperiksa. Dua anggota Polsek Medan Labuhan yang turut dilaporkan, IF dan HTR, juga sudah diperiksa.

Walau sudah lakukan pemeriksaan, belum ada tersangka dalam kasus ini. Kata Faisal, mereka masih terkendala dengan mangkirnya MEH, pria sipil yang dilaporkan menembak dan menyetrum RDGS.

Menurut Faisal, kunci kasus ini ada di tangan MEH. Alasannya, kasus itu berawal dari digelapkannya sepeda motor dan uang pria itu.

MEH sudah dua kali dipanggil. Namun, dia tidak juga datang. Dia kemungkinan akan dijemput paksa.

“Selain itu kita juga memanggil dokter yang pertama kali memeriksa dan mengobati kedua pelapor. Kita jadwalkan pemanggilannya Selasa depan,” jelas Faisal.

Seperti diberitakan, aksi kekerasan diduga dilakukan anggota kepolisian terjadi di Medan dan Deli Serdang, Sumut. Sepasang tetangga dibawa mencari pelaku kejahatan, namun mereka dianiaya dan dicabuli.

Dua korban yaitu seorang perempuan, RDGS (21), dan Hariono (30). Keduanya warga Medan. Penaniayaan dan pencabulan itu terjadi pada 6 dan 7 April 2016.

RDGS disetrum dan ditembak dengan airsoft gun. Sementara Hariono lima kali ditembak.

RDGS disetrum dan ditembak MEH, warga yang menemani anggota kepolisian. Sementara Hariono ditembaki MAS, anggota kepolisian.

Bukan itu saja, RDGS belakangan juga dilecehkan dan dicabuli. Dua anggota kepolisian memaksa perempuan ini melakukan oral seks.

“Yang pertama IF di kantor Polsek Labuhan. Yang kedua HTR di dalam mobil, waktu dia mau mengantarku pulang,” jelas RDGS.

[ang]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge