0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Klaten Punya Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif

dok.timlo.net/aditya wijaya
Peringatan Hari Anak Nasional di Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kabupaten Klaten ditandai dengan peresmian Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PLKSAI), Selasa (26/7). Kantor PLKSAI yang beralamat di Jalan Pemuda No 39 Klaten itu sebagai bentuk komitmen Pemkab Klaten untuk memberikan layanan kesejahteraan sosial anak dan keluarga.

“Pelayanan sosial dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sudah dilaksanakan.  Namun sifatnya masih pelayanan sosial sektoral, jangkauan terbatas, dan hanya merespon masalah aktual,” ujar Bupati Klaten Sri Hartini.

Kasus kekerasaan anak kian marak di berbagai daerah, termasuk di Klaten. Data dari Polres Klaten, periode Januari – Mei 2016 terdapat 25 kasus dengan rincian 7 anak sebagai pelaku (anak berkonflik hukum) dan 18 anak sebagai korban. Sedangkan tahun 2015 tercatat 31 anak berkonflik hukum dan 29 anak sebagai korban.

Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, pada 2015 jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Klaten mencapai 4.500 anak yang meliputi 3.036 Balita dan anak terlantar serta 1279 anak dengan kedisbalitasan.

“Mengingat kompleksnya permasalahan sosial, idealnya penanganan dilakukan secara terintegrasi dan terpadu, lintas sektor dan lintas pelaku. Maka keberadaan PLKSAI diharapkan membantu upaya pencegahan dan pengurangan resiko, memberi pelayanan pengaduan dan rujukan, melaksanakan rehabilitasi dan rintegrasi sosial, melakukan advokasi dan menyelenggarakan sistem data dan informasi terkait masalah kesejahteraan sosial,” kata Sri Hartini.

Sementara itu, perwakilan United Nations Emergency Children’s Fund (UNICEF), Ms Amanda Bissex menuturkan, pihaknya siap memberikan dukungan melalui beberapa sukarelawan, pengajar, tenaga kesehatan dan keluarga. Sehingga anak-anak di Klaten dapat terlayani dengan maksimal dan terpenuhi hak-hak dasarnya tanpa diskriminasi.

“Kita memberikan pelatihan terhadap praktisi, relawan terkait bagaimana menghadapi permasalahan, memberikan konseling, dan memetakan permasalahan. UNICEF membantu pemerintah sepenuhnya untuk mengatasi permasalahan anak-anak seperti anak-anak yang mengalami bullying di sekolah dan di rumah. Anak-anak ini bisa datang ke PLKSAI,” tuturnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge