0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Praktisi Kesehatan Sepakat Bentengi Solo dari Vaksin Palsu

dok.timlo.net/ichsan rosyid
Elemen Kesehatan dari DKK Solo, Ikatan Dokter Anak Indonesia Jawa Tengah, Ikatan Dokter Indonesia, Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo, Serta Wakil Ketua DPRD Solo Djaswadi menggelar jumpa pers di Puskesmas Jayengan terkait vaksin palsu (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Berbagai elemen praktisi kesehatan menyepakati akan menjaga rantai distribusi vaksin di Solo. Kesepakatan tersebut dibuat di Puskesmas Jayengan, Senin (25/7) dengan tujuan menjaga generasi penerus dari dampak negatif vaksin palsu.

“Hari ini kita membuat kesepakatan, disaksikan Bapak Wakil Walikota (Achmad Purnomo) dan dari DPRD ada Pak Djaswadi (Wakil Ketua DPRD Solo),” kata Ketua Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih.

Kesepakatan tersebut dibuat oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Solo, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah, Pokja Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) dan DKK Solo. Dalam kesepakatan tersebut mereka berkomitmen hanya akan menggunakan vaksin yang diperoleh dari jalur distribusi resm, baik dari pemerintah maupun distributor yang telah ditunjuk pemerintah.

Untuk jalur distribusi dari pemerintah, vaksin diperoleh secara cuma-cuma dari Dinas Kesehatan Kota Solo. DKK mengambil vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi yang mendapat kiriman langsung dari produsen vaksin yang ditunjuk Pemerintah Pusat yaitu Biofarma yang beroperasi di Bandung.

Sedangkan untuk vaksin yang diperoleh dari luar jalur distribusi pemerintah, para dokter diharuskan mengambil dari distributor resmi yang telah ditunjuk yaitu PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Kimia Farma, dan PT Anugrah Pharmindo Lestari (APL).

Sepanjang jalur distribusi mulai dari Biofarma sampai sesaat sebelum diberikan kepada anak atau penerima vaksin, distribusi menerapkan sistem rantai dingin. Suhu vaksin dijaga sekitar 0 – 8 derajat Celcius.

Ketua IDAI Jateng Rustam Siregar menambahkan, vaksin yang didapatkan dari dua jalur tersebut bisa dipastikan keasliannya. Setelah memeriksa sejumlah dokter dan fasilitas kesehatan, ia memastikan vaksin yang beredar di Solo diperoleh dari dua jalur itu.

“Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit pemerintah dan swasta semua mengambil dari Dinas Kesehatan. Memang ada beberapa dokter yang praktek mandiri yang tidak mengambil dari Dinas Kesehatan tapi dipastikan mereka mengambil dari distributor resmi,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge