0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Malaysia Masih Mencari WNI Korban Kapal Tenggelam

merdeka.com
WNI yang selamat dari kapal tenggelam (merdeka.com)

Timlo.net – Upaya pencarian korban kapal terbalik yang mengangkut puluhan warga negara Indonesia (WNI) terus dilakukan. Insiden pada Sabtu 23 Juli lalu di perairan dekat Kota Tinggi menyebabkan 21 penumpang belum ditemukan sampai sekarang.

Delapan penumpang tewas sudah ditemukan jasadnya, sedangkan 34 lainnya berhasil diselamatkan tim SAR Negeri Jiran. Pemilik kapal kini dalam buruan KJRI bersama aparat hukum Malaysia.

Dalam keterangan tertulisnya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, menyatakan, kapal ini diawaki oleh calo buruh migran tanpa dokumen. Saat berangkat dari Batam, Kepulauan Riau, ada 63 penumpang yang diangkut kapal tersebut.

Mayoritas adalah WNI yang berniat mengadu nasib di Semenanjung Malaysia tanpa izin tinggal maupun visa kerja. Hanya tiga orang penumpang memiliki paspor.

Taufiqur Rijal selaku perwakilan KJRI Johor Bahru menyatakan pemilik kapal alias tekong bakal dimintai pertanggungjawaban.

“Pihak berwajib masih mencari dan akan menangkap tekong tersebut untuk selanjutnya diproses hukum,” ujarnya, Minggu (24/7).

Berdasarkan pengakuan korban selamat, mereka membayar antara 500 hingga 1.200 Ringgit kepada pemilik kapal untuk diseberangkan ke Negeri Jiran.

“Hanya sebagian kecil dari (penumpang) yang bekerja di Johor. Lainnya bekerja di Kuala Lumpur, Penang, Perak, Pahang dan tempat-tempat lain di Semenanjung Malaysia,” imbuh Rijal.

Satuan Tugas KJRI Johor Bahru telah menggelar pertemuan dengan perwakilan Pengarah Imigrasi Johor dan Pengarah Polisi Johor. Ke-34 korban selamat dijamin akan langsung dipulangkan tanpa diproses hukum oleh otoritas imigrasi Negeri Jiran.

“Korban selamat dipulangkan ke Indonesia sebagai korban kapal tenggelam tanpa melalui proses hukum,” kata Rijal.

Dari delapan korban tewas, baru dua jasad sudah teridentifikasi. Dua korban itu adalah Yolan Alindasera asal Belu, Kupang bersama anaknya yang masih bayi.

Suami korban yang juga berada di kapal namun selamat memastikan jasad adalah dua anggota keluarganya. KJRI Johor Bahru secepatnya memfasilitasi pemulangan korban tewas insiden ini.

Selain kelebihan muatan, kapal nahas ini melaju terlalu kencang serta terkena cuaca buruk. Sebelum terbalik, kapal dilaporkan terhantam ombak setinggi dua meter. Pencarian yang sempat dihentikan akibat kondisi laut dan jarak pandang akan kembali dilanjutkan Senin (25/7) oleh otoritas laut Malaysia.

[ard]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge