0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dipindahkan ke Nusakambangan, Merry Utami Masuk ke Lapas Besi

Lapas Nusakambangan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Satu terpidana mati kasus narkoba, Merry Utami dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Besi Pulau Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah, Minggu (24/7) pagi. Terpidana mati ini menempati sel isolasi di Lapas Besi.

Merry dipindahkan dari Lapas Tangerang, Banten dan tiba di Dermaga Wijayapura Cilacap sekitar pukul 04.30 WIB.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, dia masuk di sel isolasi Lapas Besi untuk masa pengenalan lingkungan, karena dia masih baru,” kata Koordinator Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap Abdul Aris, Minggu (24/7).

Merry Utami menempati sel isolasi itu seorang diri dan dipisahkan dengan narapidana Lapas Besi lainnya, karena terpidana mati tersebut merupakan seorang perempuan.

Kendati demikian, dia mengaku tidak tahu alasan pemindahan terpidana mati Merry Utami dari Lapas Wanita, Tangerang, ke Pulau Nusakambangan.

“Kami tidak tahu alasan pemindahan tersebut karena kami hanya menerima saja,” kata dia yang juga Kepala Lapas Batu, Pulau Nusakambangan.

Disinggung mengenai pengamanan terhadap Merry Utami, dia mengatakan hal itu tetap dilakukan seperti biasa.

Saat dikonfirmasi mengenai keterkaitan pemindahan Merry dengan makin dekatnya waktu eksekusi mati tahap tiga yang rencananya akan dilaksanakan di Pulau Nusakambangan, Abdul mengaku tidak mengetahuinya.

“Kalau itu (soal eksekusi) saya tidak tahu. Karena yang menyiapkan Kejaksaan, Brimob, Kepolisian. Kita kan hanya ketempatan saja, menerima saja. Yang menyiapkan itu kan Kejaksaan bukan kita,” ujarnya.

Selain itu, Abdul mengatakan saat ini belum ada persiapan khusus menjelang isu eksekusi mati tahap tiga di kawasan Pulau Nusakambangan.

“Kalau ada perintah, baru (dipersiapkan). Sedangkan, untuk pengamanan Pulau Nusakambangan tetap siaga, agar deteksi keluar masuknya orang lebih terkontrol,” ujarnya.

Terpidana Merry Utami ditangkap di Bandara Soekarno Hatta lantaran membawa 1,1 kilogram heroin. Pada Tahun 2003, Merry diganjar vonis mati di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge