0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Investor China Bangun Pabrik Vaksin di Jawa Barat

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Sebuah pabrik vaksin berskala besar dibangun di Desa Curug, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Investor perusahaan tersebut berasal dari negeri China, Pharmally International Holding Company. Bekerjasama dengan Harbin Weike Biotechnology Company, pabrik vaksin itu diberi nama PT. Biotis Prima Agrisindo (BPA).

Presiden Direktur Pharmally International Tony Huang mengatakan, pada tahap pertama, pabrik tersebut akan memproduksi vaksin unggas dengan jenis Avian Influenza (AI) untuk mencegah flu burung dan vaksin Newcastle Disease (ND).

“Sebelumnya vaksin hewan di Indonesia hanya bergantung pada impor. Ini menimbulkan banyaknya permintaan dan sedikit jumlah penawaran vaksin AI. Kami melihat adanya peluang usaha di bidang vaksin flu burung ini,” kata Tony Huang, Sabtu (23/7).

Pembangunan pabrik vaksin Biotis bertujuan untuk meningkatkan penanganan wabah flu burung yang sempat merebak di Indonesia. Tak hanya itu, kebijakan pemerintah Indonesia terhadap impor bio vaksin juga menjadi salah satu faktor lain pembangunan pabrik vaksin ini.

Pasalnya vaksin inaktif flu burung hanya boleh diproduksi dengan menggunakan strain virus dari Indonesia dan dijual di dalam negeri.

Pabrik vaksin BPA dibangun dengan total luas tanah 45.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 26.000 meter persegi yang terdiri dari ruang produksi vaksin aktif dan ruang produksi vaksin inaktif (vaksin yang telah dijinakkan). Pabrik juga memiliki dua jalur produksi untuk embrio vaksin dan dua jalur produksi untuk sel.

Tak kurang dana yang dikucurkan untuk investasi pembangunan pabrik vaksin ini senilai USD 100 juta yang dicairkan secara bertahap. Pada tahap awal, kapasitas produksi vaksin tahunan diperkirakan mencapai 8 miliar ampul.

Kepala Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Enuh Rahardjo Djusa mengatakan pabrik vaksin Biotis ini menjadi pabrik vaksin hewan yang keenam di Indonesia.

“Indonesia sudah punya pabrik vaksin lokal, seperti PT Vaksindo di Gunung Putri, Caprifarmindo di Bandung, dan Pusat Veteriner Farma di Surabaya. Biotis (pabrik) yang keenam mudah-mudahan bisa mencukupi kebutuhan vaksin di dunia peternakan Indonesia,” kata Enuh.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge