0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Curi Tali Tross kapal, Lima Orang Diringkus

merdeka.com
Ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Sebanyak lima orang komplotan pencuri tali troos kapal di perairan laut Balikpapan diringkus. Mereka digelandang ke markas Lanal Balikpapan, Jalan Yos Sudarso, Balikpapan.

Kelima pelaku warga Balikpapan Barat, masing-masing Agus (32), Aco (28), Iyan (37), Ipan (28) serta Muri (35) diringkus sekitar pukul 04.30 WITA pagi tadi, di laut Balikpapan, kawasan Kampung Baru.

Sebelumnya, masyarakat melaporkan pencurian tali troos, memang marak dialami kapal yang bersandar atau melabuh jangkar di perairan.

“Kita lakukan penyelidikan di lapangan, akhirnya kita lakukan operasi penangkapan,” kata Komandan Lanal Balikpapan, Letkol Laut Irwan SP Siagian, Sabtu (23/7).

Kronologisnya, 3 petugas TNI AL Pos Kampung baru sekitar pukul 04.00 WITA pagi tadi melakukan patroli perairan menuju Kampung Baru ujung hingga muara Kariangau. Lalu dilanjutkan ke Kampung Baru tengah hingga perairan laut Balikpapan menuju ke kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)

“Sekitar pukul 04.30 WITA, terlihat speedboat tidak menggunakan lampu penerangan menuju ke Kampung Baru, dengan gerak gerik mencurigakan. Kami lakukan pengejaran, dan akhirnya kami dapatkan. Di atas speedboat, memuat tali troos, yang diduga hasil curian. Lantas kita bawa ke pos AL di Kampung Baru,” tambahnya.

Petugas pun lakukan pemeriksaan awal. Hasilnya tali troos itu ternyata baru saja dicuri dari dok kapal PT Massa Sungai Rico.

Dalam pemeriksaan di Lanal Balikpapan, kelimanya sudah 2 kali mencuri tali troos dan menjualnya kembali ke penadah. Barang bukti tali troos curian dengan panjang 70 meter, seberat 400 kilogram itu, beserta kelima pelaku, kini berada di markas Lanal Balikpapan.

“Mereka mengaku biasa menjualnya Rp 5.000 per kilogram tali troos. Sekarang mereka masih di Lanal, nanti kita segera menyerahkan ke kepolisian karena ini kasus tindak kriminal,” ungkap Siagian.

“Aksi pencurian ini, tidak berhenti sampai di sini. Kami masih terus kembangkan, tidak menutup kemungkinan ada pelaku-pelaku lainnya di perairan laut,” jelas Siagian.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge