0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Ancam Tutup Koperasi Tak Aktif

timlo.net
Walikota Solo FX hadi Rudyatmo (timlo.net)

Solo — Pemerintah Kota Solo mengancam akan menutup koperasi yang tidak melaksanakan kegiatan perkoperasian dengan benar. Mulai dari koperasi yang tidak memperpanjang izin, mati suri, hingga rentenir berkedok koperasi.

“Pengembangan koperasi jangan dilihat dari jumlahnya saja. Yang lebih penting kualitasnya,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudaytmo, Jumat (22/7).

Indikator koperasi yang sehat, menurut Rudy –sapaan akrab Walikota Solo– adalah rutin menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan aktif berkegiatan. Koperasi sehat juga akan semakin berkembang ditandai dengan bertambahnya anggota.

“Seharusnya yang tambah kan jumlah anggotanya, bukan jumlah koperasinya. Buat apa punya banyak koperasi kalau tidak ada anggota,” kata dia.

Menurutnya, banyak koperasi di Indonesia yang tidak aktif. Ada lebih dari 200 ribu koperasi yang terdaftar di Kementerian Koperasi. Namun yang aktif berkegiatan hanya separuh dari jumlah tersebut. Parahnya lagi, tidak semua koperasi yang aktif itu menjalankan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara tertib. Tak jarang, koperasi-koperasi itu didirikan hanya untuk mendapatkan dana dari pemerintah.

“Di Solo kalau ada yang izinya kadaluarsa dan tidak diperpanjang akan kita tutup. Termasuk yang masih berizin tapi tidak ada kegiatan,” tegasnya.

Selain itu, koperasi yang menjalankan praktek-praktek rentenir juga akan dihentikan. Pasalnya, praktek rentenir sangat merugikan masyarakat dan bertentangan dengan tujuan koperasi.

“Koperasi kan tujuannya untuk meningkatkan perekonomian anggotanya. Kalau malah merugikan ya ditutup saja,” tandasnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge