0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengenal Jambu Hijau Madu, Komoditi Unggulan Lokal

Varitas unggulan Sumatera, saat ini dikembangkan di Boyolali, Jambu Hijau Madu Jamali, diyakini mampu bersaing dengan buah import (foto: Nanin)

Boyolali – Buah jambu air, salah satu buah di Indonesia yang paling mudah ditemui. Selain harganya murah, jambu air paling mudah dikembangkan.

Di Desa Donohudan, Ngemplak, Boyolali, sedang dikembangkan jambu hijau madu (Jamali) oleh Kraton Nursery. Dibandingkan varietas lokal lainnya, Jamali ini memiliki kelebihan dengan buah super jumbo, rasa semanis madu dan cepat berbuah.

“Ini termasuk varietas unggulan di Sumatera, jambu hijau deli, dalam waktu sembilan bulan bisa panen,” kata Pengelola Kebun Jambu Hijau Madu, Imam Murod, Jumat (22/7).

Dijelaskan, untuk pengembangan pertama, saat ini tengah di budidayaka di lahan seluas 2500 m2, dengan 400 indukan Jamahi dan stok bibit sekitar 2000-an. Untuk pengembangan menggunakan sistem stek dan okulasi. Dalam satu setengah tahun ini, lanjut Imron, sudah panen sebanyak enam kali. Sedangkan untuk perkilogram, berisi 7 hingga 8 buah jambu.

“Untuk harga perkilogramnya kita jual Rp 35 ribu, sedangkan di swalayan sudah mencapai Rp 50 ribu,” tambah Imam.

Untuk saat ini, pihaknya hanya melayani pembelian secara perseorangan. Dimana, dibatasi hanya 2 kilogram saja. Sedangkan untuk pesanan dari swalayan, untuk saat ini belum terlayani.

“Prospek pasarnya sangat menguntungkan, saya yakin bisa bersaing dengan buah import,” ujarnya.

Di sisi lain, untuk mempertahankan rasa lebih manis dan buah lebat, Imron menyarankan pohon untuk sering dipangkas. Selain itu juga memotong bunga agar tidak berlebihan.

“Maksimal satu pohon hanya boleh menghasilkan 15 kg,” jelas dia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge