0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kondisi Bocah Obesitas Rizki Ramadhon Memprihatinkan

dok.merdeka.com
Rizki Rahmat Ramadhon (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Tim dokter penanggung jawab (DPJB) pasien Rizki Rahmat Ramadhon (10) di Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) Palembang menyebut, meski berat badannya lebih rendah dibanding obesitas Arya Permana asal Karawang, Jawa Barat, namun kasus obesitas Rizki terbilang lebih parah.

Rizki juga mengalami Obstructive Sleep Apnoea (OSA) atau sindrom gangguan pernapasan selama tidur yang mengakibatkan penurunan kadar oksigen darah.

Salah satu tim dokter dr Yulius Anzar mengungkapkan, tumpukan lemak Rizki masuk ke dalam sementara lemak Arya cenderung menonjol keluar.

“Obesitas Rizki memang kalah dari Arya, tapi kasusnya berbeda, bisa dibilang begitu (parah) karena terjadi penyempitan. Kalau tumpukan lemaknya keluar tidak apa-apa,” ungkap Yulius, Jumat (22/7).

Alhasil, kesadaran Rizki mengalami penurunan yang disebabkan suplay oksigen berhenti sementara dan seperti tercekik (asfiksia) saat tidur. Namun, untuk kondisi jantung pasien masih belum terganggu oleh tumpukan lemak. Bahkan sudah ada pelebaran ruang di daerah jantung.

“Dalam kedokterannya disebut OSA, itu yang dialami Rizki, jika Arya tidak ada OSA,” ujarnya.

Menurut dia, ciri-ciri OSA diantaranya sering mengorok saat tidur dan terdapat benjolan di leher (amandel) yang semakin mempersempit jalannya pernapasan. Kondisi ini biasanya disebabkan faktor genetik.

“Mudah-mudahan secepatnya pasien sadar dan stabil kembali,” tukasnya.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge