0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ritual Pembersihan di Desa Ini Haruskan Gadis Remaja Bercinta

Dok: Timlo.net/ The Sun.
Eric Aniva. (Dok: Timlo.net/ The Sun. )

Timlo.net—Seorang pria yang terjangkit HIV mengungkapkan jika dia berhubungan intim dengan anak-anak secara teratur dan dia dibayar Rp 52 ribu oleh keluarga mereka setiap kali melakukan hal itu.

Eric Aniva, seorang pria Malawi di usia 40 tahunan, dikenal sebagai hyena. Hyena adalah seorang pria yang dibayar untuk bercinta dengan para gadis muda sebagai bagian dari ritual pembersihan. Pembersihan yang melibatkan hyena merupakan praktik yang umum dilakukan di Malawi selatan. Para wanita diwajibkan mengikuti ritual ini dalam beberapa periode dalam hidup mereka. Misalnya saat suami mereka mati atau jika mereka melakukan aborsi.

Yang mengejutkan, para gadis muda juga diwajibkan ikut upacara ini oleh keluarga mereka sebelum menginjak masa pubertas. Dalam upacara ini, mereka diajar cara bercinta. Lalu mereka dipaksa untuk bercinta selama tiga hari setelah pertama kali mereka mengalami menstruasi. Anehnya para penduduk desa ini percaya jika hal ini membuat orang tua mereka atau masyarakat terhindar dari infeksi.

Tradisi yang berlaku melarang mereka menggunakan kondom dan para hyena dianggap bebas penyakit karena moral mereka yang baik. Sebagai hasilnya, para gadis yang mengikuti upacara ini beresiko hamil dan tertular penyakit termasuk HIV. Penyakit HIV sendiri diderita satu dari 10 orang Malawi.

Dalam wawancara dengan BBC, Eric dari Nsanje, distrik di Malawi selatan, mengatakan jika dia telah tidur dengan lebih dari 100 gadis dan wanita. Dia menjadi hyena pada 1995 dan memiliki lima anak.

“Kebanyakan saya tidur dengan para gadis usia sekolah. Beberapa berusia 12 atau 13 tahun, tapi saya suka yang lebih tua. Semua gadis ini menemukan kenikmatan saat memilih saya sebagai hyena mereka. Mereka sebenarnya merasa bangga dan memberitahukan orang lain jika pria ini adalah seorang pria sejati, dia tahu bagaimana menyenangkan seorang wanita.”

Yang mengejutkan Eric mengaku dia mengidap HIV positif. Tapi dia tidak memberitahukan keluarga-keluarga di desa yang meminta layanannya. Dan walaupun pemerintah menentang praktek ini, tidak ada kebijakan untuk melindungi para gadis di wilayah itu. Dr. May Shaba, menteri kesejahteraan wanita menjelaskan, “Kami tidak akan mengutuki orang-orang ini. Tapi kami akan memberikan mereka informasi yang jika mereka perlu merubah ritual mereka.”

Sementara itu, Chrissie, seorang tetua di desa itu yang mengatur ritual ini berkata:“Tidak ada yang salah dengan budaya kami. Jika Anda melihat masyarakat sekarang ini, Anda bisa melihat para gadis tidak bertanggung jawab, jadi kami melatih para gadis kami bersikap baik di desa, jadi mereka tidak tersesat, menjadi istri yang baik jadi suami mereka puas dan jadi tidak ada hal buruk terjadi di keluarga mereka.”

Akan tetapi tidak semua wanita setuju. Fanny, salah satu istri Eric menjelaskan dia benci dengan ritual ini. Dia takut jika puterinya yang berusia 2 tahun kelak akan diharuskan mengikuti ritual yang sama. “Saya tidak ingin hal itu terjadi. Saya ingin tradisi ini berakhir. Kami dipaksa tidur dengan para hyena. Hal itu bukan pilihan kami dan saya pikir hal itu sangat menyedihkan bagi kami para wanita,” tambahnya.

Sumber: The Sun.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge