0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tim Penilai WTN Soroti Penggunaan Trotoar untuk PKL

dok.timlo.net/aditya wijaya
Ketua Tim Penilaian WTN, Endy Suprasetio (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Tim Penilaian penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) menyoroti keberadaan trotoar di Kabupaten Klaten yang tidak sesuai peruntukannya. Tim Penilaian juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten agar meningkatkan kinerja pengawasan.

“Komitmennya saya rasa sudah bagus. Tapi penataan, pembinaan, sosialisasi aturan, dan penertiban yang harus selalu dilakukan,” kata Ketua Tim Penilaian WTN, Endy Suprasetio, Jumat (22/7).

Menurut dia, Klaten memiliki trotoar terindah dibandingkan empat kabupaten/kota yang sudah dinilainya. Namun, pihaknya menyoroti kebijakan diskresi oleh Pemkab Klaten terkait dispensasi penggunaan trotoar bagi pedagang kaki lima (PKL).

“Mestinya trotoar untuk pejalan kaki. Tapi (Klaten) ada diskresi, kebijakan lokal yang mengakomodir masyarakat. Itu tidak sesuai, seharusnya ya tetap direlokasi agar mereka bisa tetap berdagang,” ujar Endy, usai penilaian di Ruang B1 Setda Pemkab Klaten.

Sebelumnya, Kepala Dishub Klaten Bambang Giyanto khawatir dengan kendala banyaknya PKL yang nekat menggelar dagangannya di atas trotoar atau jalur pedestrian. Pasalnya, ada diskresi larangan kegiatan usaha di trotoar kecuali pukul 15.00 WIB-06.00 WIB. Namun realitasnya, ada sejumlah PKL yang sudah memasang rangka warung sebelum jam tersebut.

“Kerepotan kita sesuai diskresi itu. Mereka (PKL) boleh berjualan antara jam 3 sore sampai jam 6 pagi. Padahal trotoar khusus pejalan kaki,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge