0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Hasil Kunjungan Pansus Revisi UU Terorisme

Wakil Ketua Pansus RUU Anti Terorisme, Saiful Bahri Anshori (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Solo — Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-Undang Terorisme mengunjungi Solo, Kamis (21/7). Mereka mengadakan pertemuan tertutup dengan Pemerintah Kota, Provinsi, TNI, Polresta, dan tokoh masyarakat. Dalam pertemuan tersebut sejumlah masukan diterima Pansus.

“Ada usulan untuk membentuk lembaga khusus yang menangani terorisme,” Kata Wakil Ketua Pansus, Syaiful Bahri Anshori.

Lembaga tersebut beranggotakan para pemangku kepentingan seperti Badan Intelijen Negara, Polri, TNI, Kementerian Agama, Kementerian Sosial dan lain sebagainya. Syaiful menilai lembaga tersebut perlu dibentuk. Alasannya, isu terorisme tidak melulu masalah keamanan. Di dalamnya ada aspek-aspek sosial dan ideologi. Adanya lembaga tersebut diaharapkan dapat memudahkan penanganan sekagus pencegahan terorisme.

“Apakah nanti di bawah BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) atau berdiri sendiri, itu nanti harus dibicarakan lebih lanjut,” kata dia.

Undang-undang tersebut diharapkan dapat mengakomodasi aspek rehabilitasi para pelaku teror. Biasanya, masyarakat masih sulit berkaul dengan para pelaku teror meskipun mereka telah menjalani hukuman. Tak hanya itu, pemerintah juga diminta memperhatikan nasib keluarga pelaku.

“Jadi tidak hanya keluarga korban saja yang mendapat santunan. Karena kalau pemerintah abai, bisa jadi akan muncul dendam dari keluarga pelaku,” terangnya.

Anggota Pansus yang hadir, Akbar Faisal menambahkan, Pansus harus ekstra hati-hati dalam menrancang revisi UU Terorisme. Aspek pencegahan dan penanganan pasca teror juga perlu dibahas dalam UU yang dikebut sejak peristiwa teror di Thamrin beberapa waktu lalu itu.

“Jangan sampai produk hukum yang keluar nanti menyudutkan kelompok-kelompok tertentu,” kata dia menerangkan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge