0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Dinilai Berpengalaman Tangani Terorisme

Lokasi peledakan bom di Mapolresta Solo (achmad khalik)

Solo — Kota Solo dan sekitarnya dinilai memiliki sejarah dan pengalaman panjang dengan terorisme. Berdasarkan pertimbangan tersebut Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-Undang Terorisme mengunjungi tempat kelahiran Presiden Joko Widodo itu, Kamis (21/7). Dalam kunjungan tersebut, Pansus mengadakan pertemuan tertutup dengan Pemerintah Kota Solo, Kepolisian, TNI, tokoh masyarakat serta akademisi.

“Dari pertemuan ini kami harapkan ada masukan dan pendapat dalam hal penanganan terorisme. Supaya nantinya revisi undang-undanng ini bisa sempurna dan tidak ada kontroversi lagi,” kata Wakil Ketua Pansus Revisi UU Terorisme, Syaiful Bahri Anshori, usai pertemuan.

Solo beberapa kali menjadi sasaran aksi terorisme. Pada April 2011, Solo digemparkan dengan pengeboman di Gereja Kepunton. Kemudian di tahun 2012, Solo kembali dikagetkan dengan serangan di pos pengamanan Lebaran di Gladag, Singosaren dan Gemblegan. Belum lama ini, Mapolresta Solo jadi sasaran pengeboman.

Salah satu anggota Pansus, Akbar Faizal menegaskan, perancangan revisi UU Terorisme perlu dilakukan dengan sangat berhati-hati. Diharapkan, produk hukum yang ditargetkan rampung Oktober mendatang juga mengakomodasi hal-hal terkait antisipasi dan penanganan pascateror.

“Jangan sampai produk yang keluar mendiskreditkan kelompok-kelompok tertentu,” tambahnya.

Setelah pertemuan, rombongan Pansus kemudian melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki dan Mapolresta Solo. Selain Solo, sebagian anggota Pansus juga dikirim ke Poso dan Bima.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge