0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Ajak Masyarakat Kooperatif Tangani Kejahatan Terhadap Anak

dok.timlo.net/tarmuji
Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor (dok.timlo.net/tarmuji)

Timlo.net – Maraknya kasus kejahatan yang melibatkan anak di bawah umur perlu mendapat penanganan khusus. Mulai dari kasus anak yang berhadapan dengan hukum, anak dengan HIV/AIDS dan anak penderita gizi buruk.

“Maka kami harap peran aktif orang tua, lingkungan sekitar dan pendampingan, ketika anak berhadapan hukum untuk lebih berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Wonogiri,” ungkap Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Eko Marudin mewakili Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor, Kamis (21/7).

Dari data Polres Wonogiri diketahui, tahun 2016 anak yang berhadapan dengan hukum terbukti melanggar Pasal 81 UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (perkosaan) sebanyak 29 kasus, Pasal 82 UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (perbuatan cabul) sebanyak 4 kasus, Pasal 80 UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (penganiayaan anak) sebanyak 2 kasus. Kemudian KDRT ada 6 Kasus, Pasal 285 (kekerasan) KUHP 2 kasus, pasal 340 (pembunuhan) 2 kasus.

Selanjutnya di tahun 2016 ada sederetan kasus anak berhadapan dengan hukum diantaranya, Pasal 81 UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (perkosaan) sebanyak 12 kasus, Pasal 82 UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (perbuatan cabul) sebanyak 3 kasus, Pasal 285 (kekerasan) KUHP 1 kasus, KDRT 2 kasus, pengeroyokan 1 kasus, pencurian 17 kasus, penipuan 1 kasus, penganiayaan 1 kasus.

Sementara itu, Staf Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Lasmari wewakili Plt Kepala DKK Wonogiri, Bambang Hariyadi mengatakan, di tahun 2007 merupakan temuan pertama, terdapat anak terjangkit HIV/AIDS. Hingga 2016 terdapat 15 anak yang terjangkit HIV/AIDS.

Kemudian,ada 30 kasus anak penderita gizi buruk, baik berat badan atau tinggi badan di tahun 2015 lalu, kemudian di 2016 sampai bulan Mei tercatat ada 23 kasus. Selanjutnya, anak penderita gizi buruk berat badan atau usia di 2015 ada 183 kasus sedang hingga Mei 2016 ini terdapat 188 kasus.

“Temuan terbanyak terdapat di kecamatan Selogiri. Tetapi bukan berarti kecamatan yang tidak ada temuan kasus gizi buruk tidak ada kasusnya, bisa juga karena pendataannya kurang,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge